Artikel
Beranda » Sejarah hingga pesona alam di Wlingi

Sejarah hingga pesona alam di Wlingi

Taman Idaman Hati Wlingi Blitar (Gambar oleh rio eka retandi di Gmaps)
Wlingi merupakan salah satu permata di Kabupaten Blitar yang menawarkan perpaduan harmoni antara nilai sejarah perjuangan, dan keasrian alam. Terletak di dataran rendah yang sejuk, wilayah ini bukan sekadar titik transit, melainkan destinasi yang menyimpan cerita mendalam di setiap sudutnya.
Mari kita telusuri jejak sejarah hingga potensi wisata yang membuat Wlingi begitu istimewa untuk dikunjungi.

Asal-Usul dan Sejarah Terbentuknya Wlingi

Kisah Wlingi bermula dari peristiwa pasca-penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830. Para pengikut setianya memilih untuk memencarkan diri demi menghindari kejaran penjajah Belanda. Mereka bergerak ke arah timur dengan menyamar sebagai petani, pedagang, hingga mubaligh demi menutupi identitas asli mereka.
Dua sosok prajurit setia, Ki Ageng Pandan Rowo dan Ki Tugusari (keduanya nama samaran), akhirnya tiba di wilayah Blitar, tepatnya di sisi timur Sungai Lekso. Kala itu, kawasan ini masih berupa hutan belantara. Atas izin dari Kanjeng Bupati Blitar, mereka mulai membabat hutan untuk dijadikan permukiman dan lahan pertanian.
Ada detail menarik dari proses pembukaan lahan ini. Pada bagian utara hutan, mereka menemukan hamparan rumput Wlingen yang tumbuh subur, sementara di sisi tenggara dan selatan, wilayah tersebut dipenuhi oleh pohon nangka. Berdasarkan banyaknya rumput tersebut, Ki Ageng Pandan Rowo menamai daerah baru ini sebagai Desa Wlingi.
Untuk menunjang kehidupan warga, Ki Tugusari memimpin pembangunan infrastruktur fisik. Ia membangun jalan, area persawahan, serta sistem irigasi berupa sungai dan parit.
Saluran air yang dibangun di sisi timur dikenal sebagai Sungai Dawuhan, sedangkan di sisi barat dinamai Sungai Lekso. Karena kemandirian masyarakatnya dalam bercocok tanam, lahirlah semboyan “WLINGI KRIDA MARTANI”.
Filosofi ini menggambarkan semangat kerja (Krida) masyarakat dalam bidang pertanian demi memberikan kehidupan dan kecukupan pangan (Martani).

Mengenal Profil dan Demografi Wilayah

Sebagai pusat kegiatan yang dinamis, Kelurahan Wlingi memiliki profil wilayah yang tertata dengan data kependudukan yang stabil. Berikut adalah gambaran singkat profil wilayahnya.

Geografis

Terletak di dataran rendah dengan ketinggian 240 meter di atas permukaan laut (dpl) dan tingkat curah hujan mencapai 2.300 mm/tahun.

Batas Wilayah

Pemanis hari raya: cerita dari setoples kue kering tradisional

Utara: Desa Tembalang

Timur: Desa Plumbangan

Barat: Kelurahan Babadan

Mengintip daya tarik Nglegok, kawasan wisata beragam di Kabupaten Blitar

Selatan: Kelurahan Klemunan

Data Penduduk (2022)

Terdiri dari 2.779 KK dengan total 8.197 jiwa (4.101 laki-laki dan 4.096 perempuan).

Sekilas tentang Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar

Sektor Ekonomi

Mata pencaharian penduduk tersebar di enam sektor utama, yaitu: Pertanian, Perdagangan, Peternakan, Jasa, Home Industri, dan Industri.

Dengan fondasi ekonomi dan kependudukan yang stabil ini, Wlingi bertransformasi menjadi daerah yang nyaman tidak hanya bagi warganya, tetapi juga bagi para pelancong yang mencari ketenangan di tengah suasana lokal yang autentik.

Kota Blitar padat penduduk dan kuat di industri kayu mendunia

Rekomendasi Tempat Wisata di Wlingi

Bagi Anda yang ingin melepas penat, Wlingi memiliki beberapa spot andalan yang menawarkan kesegaran alam hijau yang menyejukkan mata.

Hutan Kota Wlingi (Taman Idaman Hati)

Terletak di Jalan Urip Sumoharjo, taman ini lebih populer dengan sebutan Taman Idaman Hati. Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Blitar, lokasi ini sangat mudah diakses.
Pengunjung bisa berjalan santai menikmati keteduhan pepohonan dan hamparan rumput hijau yang tertata rapi, menjadikannya tempat favorit untuk refreshing ringan bersama keluarga.

Air Terjun Sirah Kencong

Tersembunyi di area pegunungan Desa Ngadirenggo, air terjun ini menawarkan suasana yang sangat asri. Keunikannya terletak pada lokasinya yang berada di dalam kawasan Perkebunan Teh Sirahkencong. Anda bisa menikmati gemericik air terjun sekaligus menikmati hamparan kebun teh yang luas dalam satu kunjungan.

Puncak Kejora

Masih di sekitar Desa Ngadirenggo, tepatnya di area Perkebunan Pijiombo, terdapat Puncak Kejora. Tempat ini adalah surga bagi pecinta fotografi karena menyuguhkan pemandangan kebun teh dan perbukitan hijau dari ketinggian.
Tersedia fasilitas gazebo yang nyaman bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menghirup udara pegunungan yang bersih.
Wlingi adalah paket lengkap bagi Anda yang mencari kedalaman sejarah, keindahan alam pegunungan, serta kehangatan kuliner lokal. Baik untuk liburan keluarga maupun sekadar jalan-jalan santai bersama teman, Wlingi selalu memberikan alasan untuk kembali.
×