Blitar – Berniat menjajal Tlogo Gentong, bekas perkampungan di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Blitar? Siapkan mental, fisik, dan terutama kendaraan yang tepat. Kawasan yang secara administratif masuk dalam Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini memang dikenal memiliki medan yang tidak bersahabat bagi pengendara pemula.
Tim Bicara Blitar yang berkunjung ke lokasi pada Jumat, 15 Mei 2026, mendapati sendiri bagaimana sulitnya jalur menuju kampung yang kini telah ditinggal penghuninya tersebut.
Berdasarkan pengalaman langsung di lapangan, total waktu tempuh dari titik awal pendakian di kawasan bawah Desa Sumberurip hingga ke Tlogo Gentong rata-rata mencapai satu jam perjalanan. Durasi tersebut bisa lebih panjang jika kondisi cuaca tidak mendukung atau pengendara belum terbiasa dengan medan off-road. Mayoritas jalur didominasi tanah liat berbatu, dengan tanjakan yang cukup curam di beberapa titik.
“Sukses menuju ke tempat ini sangat-sangat ekstrem. Dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari bawah, lewat Sumberurip Doko sana, untuk menuju ke sini. Dibutuhkan satu jam dengan trek yang sangat-sangat ekstrem sekali. Untuk motor matic tidak direkomendasikan untuk ke sini,” ungkap tim Bicara Blitar saat mendokumentasikan perjalanan.
Rekomendasi tersebut bukan sekadar peringatan biasa. Motor matic memiliki ground clearance yang terlalu rendah dan transmisi yang kurang ideal untuk menanjak di medan berbatu dalam waktu lama. Pengendara yang nekat memaksakan diri berisiko membuat mesin overheat, ban tergelincir, atau bahkan komponen kendaraan rusak di tengah perjalanan. Pilihan paling aman adalah menggunakan motor bebek bertransmisi manual, motor trail, atau kendaraan off-road lainnya.
Selain soal kendaraan, beberapa hal penting wajib disiapkan sebelum berangkat. Karena di lokasi Tlogo Gentong sudah tidak ada lagi warung maupun penduduk yang menetap, pengunjung disarankan membawa bekal makanan dan minuman secukupnya dari rumah.
Sinyal telepon seluler di kawasan ini juga sangat terbatas, sehingga sebaiknya berangkat dalam rombongan kecil dan memberi tahu orang terdekat mengenai rencana perjalanan.
Salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi, Muhammad Rifai, menyebut bahwa medan berat tersebut sebanding dengan pengalaman yang didapat di atas. Pemandangan bukit, udara dingin pegunungan, hingga kesempatan melihat sisa-sisa perkampungan tua menjadi bayaran setimpal atas keringat di perjalanan.
“Seru, Alhamdulillah, seru dan mendapatkan view yang sangat bagus,” ujar Muhammad Rifai.
Bagi pelancong yang ingin sekaligus mengeksplorasi kawasan sekitar, Tlogo Gentong bisa dijadikan satu paket dengan destinasi Sirah Kencong yang lokasinya tidak terlalu jauh.
Kombinasi keduanya cocok untuk agenda akhir pekan bertema petualangan ringan, dengan catatan persiapan logistik dan kendaraan benar-benar matang. Sebab di kawasan ini, kesiapan adalah kunci utama menikmati keindahan tanpa drama di tengah jalan.
*Artikel ini disusun berdasarkan dokumentasi video yang diunggah kanal YouTube Bicara Blitar.

