Feature
Beranda » Sensasi menjelajah Tlogo Gentong, bekas kampung di Lereng Kawi yang kini hening dan memesona

Sensasi menjelajah Tlogo Gentong, bekas kampung di Lereng Kawi yang kini hening dan memesona

Suasana bekas perkampungan Tlogo Gentong di lereng Gunung Kawi, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, yang kini hanya menyisakan sisa-sisa rumah dan peralatan dapur warga. (Foto: Tangkapan layar YouTube Bicara Blitar)

Blitar – Suasana hening berpadu udara dingin yang menusuk tulang menjadi pengalaman pertama yang menyergap siapa pun yang menjejakkan kaki di Tlogo Gentong. Berlokasi di lereng Gunung Kawi, bekas perkampungan ini secara administratif masuk dalam wilayah Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Tim Bicara Blitar berkesempatan menyusuri kawasan ini pada Jumat, 15 Mei 2026, dan menemukan sebuah lanskap yang kini lebih menyerupai panggung sunyi alam ketimbang perkampungan ramai seperti puluhan tahun silam.

Hanya tiga tahun sebelumnya, kawasan ini masih dihuni segelintir kepala keluarga yang bertahan di tengah keterbatasan akses. Kini, gambaran itu telah berubah total.

Baru sebatas wisata religi, warga Lereng Kawi harap pemerintah garap potensi wisata alam yang terbengkalai

Hamparan rumput menutupi bekas pekarangan, sementara sisa-sisa bangunan kayu dan peralatan rumah tangga warga masih dapat dijumpai berserakan di beberapa titik. Magicom, wajan, ompreng, tungku, hingga balai-balai bambu (amben) menjadi saksi bisu bahwa tempat ini pernah menjadi rumah bagi banyak keluarga.

Salah satu pengunjung yang turut menjelajah kawasan tersebut, Muhammad Rifai, mengaku terpukau oleh pengalaman yang ia dapatkan. Awalnya, ia bahkan nyaris membatalkan perjalanan karena memikirkan medan yang tidak ramah. Namun ajakan teman seperjalanan akhirnya membawanya tiba di puncak.

“Seru, Alhamdulillah, seru dan mendapatkan view yang sangat bagus,” ungkap Muhammad Rifai saat berbincang di lokasi, Jumat (15/5/2026).

35 Tahun di Lereng Kawi, Pak Saidi Ayam rasakan perubahan iklim dan kisahkan mata pencaharian warga

Pengakuan Rifai bukan tanpa alasan. Dari titik tertinggi Tlogo Gentong, mata bisa memanjakan diri pada deretan bukit hijau yang membentang di kejauhan. Kawasan ini juga relatif lengang dari kunjungan wisatawan, sehingga nuansa privat dan tenang sangat terasa.

Air yang mengalir di sekitar lokasi pun begitu segar, hampir terasa dingin di kulit karena sumbernya yang masih murni dari alam pegunungan.

Di kawasan ini, jejak kehidupan satwa juga masih kerap dijumpai. Beberapa jenis hewan liar dilaporkan masih berkeliaran di antara pepohonan, menambah kesan bahwa Tlogo Gentong adalah salah satu zona di Blitar yang belum banyak terjamah tangan manusia.

Lestarikan tradisi leluhur, warga kompak gelar Baritan di perempatan jalan setiap satu Suro

Tak jauh dari lokasi, sambungan jalur petualangan dapat diteruskan menuju destinasi populer Sirah Kencong, yang menjadi rencana lanjutan rombongan setelah turun dari Tlogo Gentong.

Bagi pencinta petualangan, Tlogo Gentong menawarkan sesuatu yang berbeda dari destinasi wisata mainstream di Blitar.

Bukan deretan wahana atau kafe instagramable, melainkan keheningan, lanskap pegunungan yang masih perawan, serta cerita-cerita yang tertinggal di balik dinding kayu yang mulai lapuk. Sebuah pengingat sederhana bahwa sebagian keindahan Blitar justru tersembunyi di sudut-sudut yang nyaris terlupakan.

Aroma kopi menyambut di Ampelgading, tim Bicara Blitar soroti peran gerai KDMP untuk produk lokal

*Artikel ini disusun berdasarkan dokumentasi video yang diunggah kanal YouTube Bicara Blitar.

×