Artikel Berita
Beranda » Pulihkan trauma di sekolah darurat, anak-anak penyintas banjir di Banua Raja Aceh Tamiang diberi dukungan psikososial

Pulihkan trauma di sekolah darurat, anak-anak penyintas banjir di Banua Raja Aceh Tamiang diberi dukungan psikososial

LDP yang diberikan relawan PCNU Kabupaten Blitar pada Selasa, 24 Februari 2026 di SD Darurat di Desa Banua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Fajar Prananda/NU Peduli Kabupaten Blitar)

Aceh Tamiang – Semangat belajar dan keceriaan anak-anak di Desa Banua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak padam meski harus menimba ilmu di bangunan sementara.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, tim relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar hadir di SD Darurat desa setempat untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para siswa penyintas banjir.

Sekolah darurat ini didirikan, gedung sekolah di Desa Banua Raja, Kecamatan Rantau mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir bandang pada November lalu.

Tingkatkan higienitas dayah, personel Banser ahli Tagana dari Blitar bangun sarana sanitasi di Menanggini Aceh Tamiang

Kondisi fasilitas yang terbatas tidak menghalangi puluhan anak-anak untuk hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan dipandu oleh Atmi Hapsari, atau yang akrab disapa Kak Ami. Dengan gaya komunikasi yang komunikatif dan penuh keceriaan, Kak Ami mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan melakukan berbagai aktivitas edukatif yang menghibur.

Fokus utama kegiatan ini adalah untuk mereduksi trauma pascabencana agar anak-anak kembali merasa nyaman dalam lingkungan belajar mereka.

Saksi bisu banjir bandang: Tumpukan kayu gelondongan masih menumpuk di bantaran Sungai Tamiang

“Kami hadir di SD Darurat ini untuk memastikan bahwa meskipun fasilitas fisik mereka terbatas, semangat dan mental mereka tetap kuat. Sangat mengharukan melihat puluhan anak-anak ini tetap antusias. Tugas kami adalah memberikan rasa nyaman dan mengembalikan senyum mereka agar memori tentang banjir perlahan tergantikan dengan kebahagiaan hari ini,” ungkap Kak Ami.

Anak-anak tampak sangat menikmati setiap sesi yang diberikan. Tawa riang pecah di tengah bangunan darurat saat Kak Ami melakukan simulasi permainan kelompok.

Kehadiran relawan di titik ini dianggap sangat krusial, mengingat masa depan pendidikan anak-anak di Banua Raja sempat terombang-ambing akibat rusaknya infrastruktur utama mereka.

Dua wajah pemulihan Tamiang, statistik melangit, rakyat menanti padat karya

Melalui aksi LDP ini, relawan PCNU Kabupaten Blitar kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal pemulihan Aceh Tamiang secara menyeluruh, bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada ketahanan mental generasi penerusnya. (nu/blt)

×