Bagi kebanyakan pelancong, Blitar mungkin cuma identik dengan ziarah ke Makam Sang Proklamator. Tapi, pernahkah kamu terbayang melipir sedikit ke arah utara, tepat di kaki Gunung Kelud yang legendaris itu?
Di sana ada Kecamatan Nglegok, sebuah permata tersembunyi yang menawarkan vibes segar pegunungan, jejak sejarah yang megah, hingga inovasi desa yang bakal bikin kamu kagum.
Nglegok bukan sekadar jalur lintasan, tapi destinasi paket lengkap yang menggabungkan eksotisme wisata dengan konsep “Agrominawisata”.
Penasaran kenapa Nglegok harus jadi prioritas weekend kamu selanjutnya? Yuk, intip 7 alasannya!
1. Candi Penataran: Magnet Sejarah “Candi Negara” yang Estetis
Magnet utama yang bikin siapapun terpana saat masuk Nglegok tentu saja megahnya Candi Penataran (Candi Palah). Berdiri di lahan seluas 12.946 meter persegi, ini adalah kompleks candi Hindu Siwaitis terbesar di Jawa Timur.
Fakta menarik dari sisi ahli sejarah: meski dibangun sejak era Kadiri (1197 M), candi ini baru diresmikan sebagai “Candi Negara” yang sangat vital pada masa Raja Jayanegara dari Majapahit.
Kamu wajib berfoto di Candi Naga yang ikonik, di mana ada 9 sosok berbusana dewa yang menyangga naga, atau mencari relief Surya Majapahit lambang resmi kerajaan yang terpahat indah di Candra Sengkala.
“Pembangunan Candi Palah dimaksudkan sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menangkal atau menghindar dari mara bahaya akibat Gunung Kelud yang sering meletus dan merusak pemukiman.”
2. De Karanganjar Koffieplantage: Menyesap Sejarah di Kebun 1874
Mau ngerasain vibes kolonial yang autentik? Cukup bayar tiket Rp25.000, kamu sudah bisa masuk ke Perkebunan Kopi Karanganyar yang berdiri sejak 1874 bahkan sebelum Indonesia merdeka! Tempat ini adalah perpaduan sempurna antara edukasi dan spot foto yang super Instagrammable.
- Wisata Sejarah: Jelajahi bangunan asli peninggalan Belanda yang masih terawat.
- Edukasi Kopi: Lihat langsung proses pengolahan kopi dari biji hingga siap sruput.
- Spot Foto: Setiap sudutnya punya estetika klasik yang bikin feed kamu makin kece.
3. Bukit Teletubbies: Hamparan Hijau di Dusun Gambaranyar
Sesuai namanya, bukit di Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri ini punya lekukan hijau yang persis dengan serial TV legendaris. Dari sini, kamu bisa menyaksikan gagahnya panorama Gunung Kelud yang berpadu dengan awan putih berarak. Udara sejuk ketinggian 450 mdpl bikin momen piknik di gazebo atau sekadar bengong cantik jadi sangat berkesan.
4. Inovasi Agrominawisata: Sinergi Cerdas 7 Desa
Sebagai pakar pembangunan desa, saya sangat terkesan dengan cara DPMD Kabupaten Blitar menyatukan potensi 7 desa melalui BUMDESMA Bumi Penataran. Bukan cuma jualan pemandangan, mereka mengelola sumber daya secara cerdas.
Contohnya di Desa Kemloko; karena ketersediaan air yang melimpah, mereka mengembangkan inovasi Minapadi budidaya ikan di sela-sela tanaman padi. Efisiensi lahan yang cerdas, bukan?
Berikut ringkasan klaster potensinya:

5. Kampung Melon: Edukasi Modern untuk Keluarga
Main ke Dusun Karanganyar, kamu akan menemukan Kampung Melon. Di sini, si kecil bisa belajar teknik budidaya melon modern di dalam green house. Tak cuma itu, fasilitasnya sangat ramah keluarga.
Setelah lelah belajar, anak-anak bisa mencoba flying fox atau berenang di kolam renang mini yang sudah disediakan.
6. Festival Kresnayana: Saat Relief Menjadi Hidup
Ingin melihat pertunjukan selevel Sendratari Ramayana di Prambanan? Datanglah ke Amphiteater Penataran! Festival Kresnayana diadakan tiga kali setahun (Maret, Juni, dan Agustus).
Kisah kolosal ini diangkat langsung dari pahatan relief di tingkat kedua candi induk Penataran. Kamu akan belajar tentang pesan kepemimpinan “Hasta Brata” melalui gerak tari yang memukau.
7. Semangat “Kampung Segoro” yang Menginspirasi
Nglegok bukan cuma soal tempat cantik, tapi soal orang-orangnya. Di Desa Sumberasri, ada semangat yang disebut “Kampung Segoro” (Semangat Gotong Royong). Ini adalah motor penggerak ekonomi warga, termasuk membantu para purna buruh migran agar bisa berdaya di tanah kelahiran sendiri melalui pariwisata.
Tips Perjalanan: Navigasi dan “Real Talk” Jalur Lingkar Kelud
Buat kamu yang sudah siap meluncur, rute paling aman adalah dari Kota Blitar langsung menuju kawasan Candi Penataran.
Namun, ada catatan penting buat para petualang yang ingin melintasi Jalur Lingkar Kelud. Di perbatasan antara Desa Modangan (Nglegok) dan Desa Karangrejo (Garum), tepatnya di sekitar jembatan Sungai Abab, kondisi jalan cukup menantang.
Struktur cor jalan ada yang rusak hingga nampak besi tualangannya (rebar) dan lapisan aspalnya mengelupas. Pengendara motor harus ekstra waspada dan kurangi kecepatan di titik ini ya!
Penutup: Lebih dari Sekadar Destinasi
Nglegok adalah bukti nyata bahwa saat sejarah, alam, dan kreativitas desa bersatu, hasilnya adalah pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
Bukan cuma soal jalan-jalan, tapi soal menghargai inovasi lokal yang tumbuh dari kaki gunung.
Jadi, dari ketiga klaster (Agro, Mina, atau Wisata), mana yang paling ingin kamu jelajahi bersama keluarga akhir pekan ini?
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

