Artikel Berita
Beranda » Santri harus melek digital, Mas Sulkhan ajak santri PP Fajru Salam Aceh Tamiang warnai media sosial

Santri harus melek digital, Mas Sulkhan ajak santri PP Fajru Salam Aceh Tamiang warnai media sosial

Sulkhan Zuhdi, relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar, saat memberikan pembekalan literasi digital kepada santri PP Fajru Salam, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, pada Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Di era keterbukaan informasi, santri dituntut tidak hanya mahir dalam ilmu kitab kuning, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pesan ini disampaikan oleh Sulkhan Zuhdi, relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar, saat memberikan pembekalan literasi digital kepada santri Pondok Pesantren (PP) Fajru Salam, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Sulkhan Zuhdi, yang juga dikenal sebagai Co-Founder Podcast Bakul Kumpo, memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika dunia digital saat ini.

Teladani akhlak Rasulullah, Gud Tymbro beri motivasi spiritual bagi santri PP Fajru Salam Aceh Tamiang

Ia memperkenalkan ekosistem media sosial, fenomena influencer, hingga bagaimana algoritma bekerja dalam menyebarkan informasi.

Dalam paparannya, Sulkhan menekankan bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi produsen konten yang positif. Menurutnya, dunia digital membutuhkan kehadiran santri untuk mengisi ruang-ruang siber dengan narasi keagamaan yang sejuk, moderat, dan edukatif.

“Dunia digital adalah medan dakwah baru. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton atau konsumen informasi saja, tetapi harus berani tampil sebagai pembuat konten. Kita harus melek digital agar nilai-nilai pesantren bisa tersampaikan lebih luas melalui media sosial,” tegas Sulkhan.

Buat para santri tersenyum lebar, Kak Ami Blitar pimpin layanan psikososial di TPQ An-Nashihah Aceh Tamiang

Ia juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan konten kreatif melalui media podcast. Kepada para santri, ia menjelaskan bahwa menjadi influencer atau pegiat media sosial bukan sekadar mencari popularitas, melainkan tentang bagaimana membangun pengaruh positif (influence) bagi masyarakat.

Para santri PP Fajru Salam tampak antusias mengikuti materi ini. Banyak dari mereka yang tertarik berdiskusi mengenai cara teknis mengemas konten dakwah agar menarik di mata generasi milenial dan Gen Z tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai kepesantrenan.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi santri di Aceh Tamiang agar lebih percaya diri dalam menguasai teknologi. Dengan pembekalan ini, tim relawan NU Peduli Blitar berharap lahir kader-kader digital dari PP Fajru Salam yang siap menjaga jagat maya dengan konten-konten yang bermanfaat dan inspiratif. (nu/blt)

Gunakan media visual, LPBI NU dan Tagana Kabupaten Blitar edukasi mitigasi bencana kepada siswa MA Yaspendi Tamiang

×