Pernahkah Anda merasa punggung bawah seperti terbakar atau kaku luar biasa saat sedang mengejar target pesanan? Sebagai penjahit, Anda sering kali harus bekerja ekstra keras, terutama saat musim ramai pesanan tiba.
Sayangnya, rasa nyeri yang sering Anda anggap “biasa” ini sebenarnya adalah tanda bahaya dari tubuh Anda.
Bekerja dengan posisi duduk statis dalam waktu lama bukan hanya melelahkan, tapi juga menyimpan risiko kesehatan yang serius.
Punggung yang terasa panas atau pegal adalah sinyal bahwa otot Anda sedang tertekan secara berlebihan. Mari kita pahami mengapa hal ini terjadi agar Anda bisa tetap produktif tanpa harus menderita di masa depan.
1. Fakta Mengejutkan: 52% Penjahit Mengalami Nyeri Punggung Berat
Bukan sekadar perasaan Anda saja, sebuah penelitian oleh Putri Suci Alida (2023) pada penjahit di Pasar Raya Padang mengungkap data yang cukup mengkhawatirkan. Ditemukan bahwa 52% penjahit mengalami keluhan Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah dalam kategori berat. Nyeri ini bukan pegal biasa, melainkan sindrom klinis yang menyerang tulang punggung, otot, hingga saraf Anda.
Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dampaknya bisa membuat Anda berhenti bekerja sama sekali. Sebagaimana dijelaskan dalam hasil penelitian tersebut:
“Low Back Pain dapat menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan dan menyebabkan tenaga kerja yang mengalami rasa nyeri kadang-kadang juga tidak dapat bekerja sama sekali.”
2. Bahaya Duduk Lebih dari 8 Jam: Durasi yang Berisiko
Berapa jam Anda menghabiskan waktu di depan mesin jahit setiap harinya? Data menunjukkan bahwa 56% penjahit memiliki durasi duduk yang sangat berisiko, yaitu lebih dari 8 jam sehari. Angka statistik membuktikan hubungan yang kuat antara lama duduk dengan munculnya nyeri punggung (p=0.006).
Mengapa durasi kerja yang panjang tanpa jeda sangat berbahaya bagi Anda?
- Penumpukan Zat Pegal: Aliran darah yang terhambat menyebabkan akumulasi “asam laktat”, yaitu zat sisa metabolisme yang membuat otot terasa panas dan nyeri.
- Otot Kelelahan: Saat duduk terlalu lama, otot punggung dipaksa bekerja terus-menerus tanpa ada kesempatan untuk pulih atau beristirahat.
- Nutrisi Otot Terhenti: Posisi statis menghalangi oksigen dan nutrisi masuk ke jaringan otot, sehingga punggung Anda menjadi lemah dan mudah cedera.
3. Posisi “Membungkuk” Adalah Musuh Utama (Data REBA)
Tahukah Anda bahwa cara Anda duduk jauh lebih berbahaya daripada berapa lama Anda duduk? Penelitian menemukan hubungan yang sangat signifikan (p=0.000) antara posisi duduk dengan nyeri punggung. Berdasarkan analisis REBA, sebanyak 74% penjahit berada pada posisi kerja yang sangat berisiko.
Bayangkan postur Anda saat ini: apakah leher Anda menjulur ke depan, bahu terangkat tegang, dan punggung melengkung membentuk huruf “C”? Inilah yang disebut posisi membungkuk ekstrem yang membunuh kesehatan punggung Anda.
Kondisi ini biasanya terjadi karena meja yang terlalu rendah atau kursi tanpa sandaran, yang memaksa 26% rekan Anda berada pada tingkat risiko “tinggi”.
4. Solusi Ruang Kerja: Bukan Sekadar Kursi Biasa
Menciptakan stasiun kerja yang ergonomis adalah kunci utama agar Anda tetap bisa berkarya tanpa rasa sakit. Berikut adalah panduan praktis untuk membenahi area kerja Anda:
- Atur Jarak Pandang: Jarak ideal antara mata dengan kain yang dijahit harus berkisar antara 38-40 cm agar leher tidak cepat lelah.
- Penerangan yang Pas: Pastikan lampu fokus tepat pada lubang jarum; cahaya yang redup akan secara otomatis merangsang tubuh Anda untuk membungkuk lebih dalam agar bisa melihat jelas.
- Kursi yang Mendukung: Gunakan kursi yang bisa diatur tingginya (adjustable) dan wajib memiliki sandaran untuk menopang lengkungan tulang belakang Anda.
- Posisi Pedal dan Penyangga: Letakkan pedal tepat di tengah agar kaki tidak perlu menjangkau terlalu jauh. Jika posisi pedal atau bantalan lutut salah, pinggul Anda akan bergerak berlebihan dan menyebabkan kelelahan yang cepat menjalar ke punggung.
5. Melawan Nyeri dengan “William Flexion Exercise”
Untuk menjaga kelenturan otot, para ahli fisioterapi menyarankan latihan William Flexion. Lakukan gerakan ini setiap 30 menit sekali sebagai jeda singkat di sela-sela menjahit. Untuk hasil terbaik, tahan setiap gerakan selama 5-8 detik dan ulangi sebanyak 4 kali.
Pelvic Tilt: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk, kencangkan otot perut dan tekan punggung bawah Anda rapat ke lantai.
- Knee to Chest: Tarik satu lutut ke arah dada menggunakan tangan, angkat kepala hingga dagu mendekati lutut, lalu lakukan bergantian.
- Double Knee to Chest: Tarik kedua lutut ke arah dada secara bersamaan dan peluk erat sambil mengangkat kepala sedikit.
- Leaning in the Wall: Berdiri bersandar pada dinding dengan kaki satu langkah di depan, lalu tekan punggung Anda lurus melawan tembok sambil mengencangkan perut (sangat baik dilakukan saat Anda berdiri untuk memotong kain).
Kesimpulan: Sayangi Punggung Anda Sebagaimana Anda Menjaga Kualitas Jahitan
Punggung Anda adalah modal utama dalam mencari nafkah, sama pentingnya dengan mesin jahit yang Anda gunakan setiap hari.
Mengabaikan posisi duduk dan durasi kerja hanya akan mempersingkat masa produktif Anda di masa depan.
Jangan menunggu sampai rasa nyeri membuat Anda tidak bisa duduk lagi. Mulailah dengan memperbaiki posisi duduk, mengatur lampu, dan melakukan peregangan hari ini juga.
Sudahkah Anda memberikan hak punggung Anda untuk beristirahat sejenak di sela-sela tumpukan pesanan hari ini?
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

