Aceh Tamiang – Gelak tawa dan keceriaan anak-anak memecah suasana di Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin, 23 Februari 2026.
Puluhan anak-anak kecil yang merupakan penyintas banjir bandang November tahun lalu berkumpul untuk mengikuti kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang diselenggarakan oleh tim relawan NU Peduli dari PCNU Kabupaten Blitar.
Kegiatan yang dirancang khusus untuk memulihkan kondisi psikologis pascabencana ini dipandu langsung oleh Atmi Hapsari, relawan yang memiliki latar belakang seni dan pendidikan anak.
Melalui pendekatan yang interaktif, ia mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi untuk mengalihkan memori traumatis mereka dari peristiwa bencana yang sempat melanda desa mereka.
Tidak hanya mendapatkan pendampingan mental, keceriaan para santri cilik ini semakin lengkap dengan adanya pembagian hadiah berupa paket alat-alat tulis.
Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali semangat belajar mereka yang sempat terganggu akibat hilangnya perlengkapan sekolah saat musibah banjir terjadi.
Atmi Hapsari menyampaikan bahwa pemberian alat tulis tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan kenyamanan dan motivasi agar anak-anak kembali antusias menyambut masa depan pendidikan mereka.
“Melihat keceriaan mereka hari ini adalah obat bagi kami para relawan. Di Desa Banai ini, kami fokus mengembalikan senyum anak-anak penyintas. Dengan bantuan alat tulis ini, kami ingin mereka merasa nyaman dan siap untuk kembali belajar dengan semangat baru,” tutur Kak Ami.
Kegiatan LDP ini menjadi salah satu agenda krusial dalam misi kemanusiaan tim relawan asal Jawa Timur tersebut. Pemulihan aspek psikososial dianggap sama pentingnya dengan rehabilitasi fisik, mengingat ketahanan mental generasi muda menjadi fondasi bagi kebangkitan sebuah desa pascabencana.
Hingga akhir kegiatan, puluhan anak di Desa Banai tampak sangat antusias memamerkan paket alat tulis yang mereka terima.
Kehadiran relawan NU Peduli Blitar di pelosok Aceh Tamiang ini membuktikan bahwa perhatian sekecil apa pun sangat berarti dalam proses penyembuhan luka batin para penyintas cilik di Bumi Muda Sedia. (nu/blt)

