Artikel
Beranda » Proyek sudetan Rp16 miliar Pemkot Blitar masuk tahap akhir genangan air diharapkan segera teratasi

Proyek sudetan Rp16 miliar Pemkot Blitar masuk tahap akhir genangan air diharapkan segera teratasi

Foto: Pemkot Blitar

BLITAR-Kabar baik datang bagi warga Kota Blitar yang selama bertahun-tahun harus berjibaku dengan masalah genangan air setiap kali musim hujan tiba. Memasuki akhir pekan ini, Sabtu (23/5/2026), Pemerintah Kota Blitar terus memacu penyelesaian proyek strategis pembuatan sudetan dan perbaikan sistem irigasi senilai **Rp16 miliar** yang kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.

Proyek besar yang menjadi salah satu program prioritas Pemkot Blitar tahun 2026 ini dirancang sebagai solusi jangka panjang atas permasalahan genangan air yang kerap melanda sejumlah kawasan permukiman dan jalan protokol di kota tersebut, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Blitar Raya.

Wali Kota Turun Langsung Tinjau Lokasi

Wali Kota Blitar, Mas Ibin, menegaskan komitmen penuh Pemkot dalam memastikan proyek ini rampung sesuai target. Ia bahkan turun langsung meninjau sejumlah titik pengerjaan pada hari Jumat (22/5/2026) kemarin untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana.

“Kita ingin genangan air yang selama ini menjadi keluhan warga segera teratasi. Proyek sudetan dan irigasi ini adalah solusi jangka panjang yang kami kejar,” ujar Mas Ibin tegas saat berada di lokasi proyek.

Mas Ibin menambahkan bahwa persoalan genangan air bukan hanya soal kenyamanan warga, tetapi juga menyangkut produktivitas ekonomi kota. Setiap kali terjadi genangan, aktivitas perdagangan, transportasi, dan rutinitas harian warga terganggu secara signifikan. Oleh karena itu, penuntasan proyek ini menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Progres Fisik Capai Lebih dari 85 Persen

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar mengungkapkan bahwa hingga hari ini, progres fisik proyek sudah menembus angka lebih dari 85 persen. Sejumlah pekerjaan teknis besar telah berhasil diselesaikan, dan yang tersisa saat ini hanya pekerjaan finishing yang bersifat teknis dan detail.

“Pekerjaan yang tersisa meliputi finishing saluran, pemasangan bronjong penguat tepi, dan normalisasi aliran air di beberapa titik. Kami optimis akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah bisa difungsikan secara penuh,” jelasnya.

Secara keseluruhan, proyek senilai Rp16 miliar ini mencakup beberapa komponen pekerjaan utama, yaitu:

– Pembuatan sudetan baru untuk mengalihkan debit air berlebih dari saluran utama yang sering meluap
– Pelebaran drainase Utama di sejumlah titik kritis yang menjadi langganan genangan
– Perbaikan sistem irigasi di beberapa kawasan rawan, termasuk normalisasi saluran yang selama ini tersumbat sedimentasi dan sampah
– Pemasangan bronjong sebagai penguat struktur tepi saluran agar tidak mudah longsor saat debit air tinggi

Selain itu, Pemkot juga sedang mempercepat pembangunan drainase sekunder di beberapa kelurahan yang selama ini dikenal rawan banjir, sebagai bagian dari paket penanganan terpadu yang saling terintegrasi satu sama lain.

Warga Sambut Positif, Harapan Besar Tersematkan

Di tengah deru alat berat dan aktivitas pekerja yang masih berlangsung, warga di sekitar kawasan proyek tak menyembunyikan rasa syukur dan harapan mereka. Bagi banyak dari mereka, genangan air bukan sekadar masalah sepele ia adalah ancaman rutin yang merenggut kenyamanan, merusak barang-barang rumah tangga, bahkan mengancam kesehatan keluarga.

“Kami sudah lama menunggu ini. Setiap hujan deras, jalan depan rumah langsung banjir, air masuk ke halaman. Kalau proyek ini selesai dan benar-benar berhasil, kami sangat bersyukur,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.

Harapan serupa disampaikan oleh para pedagang di sekitar area terdampak, yang kerap harus merugi akibat akses jalan terputus saat genangan melanda.

Manfaat Ganda Atasi Banjir Sekaligus Dukung Pertanian

Yang menarik dari proyek ini adalah dampaknya yang tidak hanya terbatas pada penanganan banjir perkotaan. Dengan semakin dekatnya musim kemarau, sistem sudetan dan irigasi yang telah diperbaiki ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat ganda yakni tidak hanya mengalirkan kelebihan air saat hujan, tetapi juga menjadi sumber pengairan yang lebih andal bagi lahan-lahan pertanian di sekitar Kota Blitar.

Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Blitar dalam membangun infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim mampu mengelola surplus air di musim hujan sekaligus menjaga ketersediaan air di musim kemarau.

Bagian dari Komitmen Infrastruktur 2026

Proyek senilai Rp16 miliar ini bukan berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari paket besar program peningkatan infrastruktur perkotaan Kota Blitar tahun 2026, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan kota terhadap berbagai tantangan lingkungan, termasuk dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan.

Pemkot Blitar berharap, dengan rampungnya proyek ini, Kota Blitar dapat melangkah lebih percaya diri sebagai kota yang tangguh, nyaman, dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.

Penyelesaian proyek ini pun menjadi sinyal positif bahwa Pemkot Blitar serius dalam mewujudkan janji pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sumber: Website Resmi Pemerintah Kota Blitar 

 

×