Artikel Berita
Beranda » Makkah, Madinah, Manchester: Mimpi 3M Tymbro yang jadi bahan bakar berkarya

Makkah, Madinah, Manchester: Mimpi 3M Tymbro yang jadi bahan bakar berkarya

Tymbro, kreator Blitar Tengah Wengi, mengungkapkan cita-cita "3M" yang memadukan impian spiritual dan kecintaannya pada sepak bola sebagai motivasi terus berkarya. (Foto: Tangkapan layar YouTube Bicara Blitar)

Blitar – Di kalangan penggemar Manchester United, istilah “3M” sudah menjadi semacam mimpi kolektif yang melegenda. Tiga huruf M itu merujuk pada tiga destinasi impian: Makkah, Madinah, dan Manchester.

Cita-cita yang memadukan tujuan spiritual sekaligus hasrat menyaksikan langsung klub kesayangan ini ternyata juga menjadi impian besar Tymbro, kreator di balik akun Blitar Tengah Wengi.

Saat ditanya apakah dirinya turut memiliki cita-cita 3M sebagaimana banyak fans MU lainnya, Tymbro menjawab dengan penuh semangat. Baginya, mewujudkan impian tersebut adalah sebuah keniscayaan yang ingin ia raih suatu hari nanti.

Baru sebatas wisata religi, warga Lereng Kawi harap pemerintah garap potensi wisata alam yang terbengkalai

“Kalau saya sudah, ya pastinya akan mewujudkan impian saya untuk meraih 3M itu, ya: Makkah, Madinah, Manchester,” ujar Tymbro mantap dalam dokumentasi video Bicara Blitar.

Yang menarik, mimpi 3M ini bukan sekadar angan-angan kosong. Tymbro mengungkapkan bahwa ide untuk mewujudkannya pernah dibahas serius bersama rekan-rekannya sesama penggemar Setan Merah.

Ia bahkan mengaku pernah dihubungi langsung oleh seorang tokoh untuk merencanakan perjalanan bersama yang menggabungkan ibadah dan menonton sepak bola.

35 Tahun di Lereng Kawi, Pak Saidi Ayam rasakan perubahan iklim dan kisahkan mata pencaharian warga

“Pernah ditelepon (seseorang), katanya: ‘Ayo kita travel umrah mengajak teman-teman yang fans MU bareng-bareng pergi ke Manchester, Mekah, dan Madinah,’” cerita Tymbro menirukan ajakan tersebut.

Konsep perjalanan itu terbilang unik karena memadukan dua agenda dalam satu rangkaian: menunaikan ibadah umrah ke tanah suci sekaligus menyaksikan langsung pertandingan Manchester United di markas mereka.

Gagasan yang menggabungkan dimensi religius dan kegemaran sepak bola ini sejalan benar dengan gaya konten Tymbro selama ini di Blitar Tengah Wengi.

Lestarikan tradisi leluhur, warga kompak gelar Baritan di perempatan jalan setiap satu Suro

“Kan sekalian kita ibadah, terus juga nonton MU,” tutur Tymbro mengutip ajakan rekannya itu.

Meski hingga kini belum dapat dipastikan kapan impian tersebut akan terwujud, Tymbro menegaskan bahwa cita-cita 3M itu tetap menjadi garis merah dan tujuan besar dalam hidupnya. Justru karena impian itu belum tercapai, ia memiliki alasan kuat untuk terus berkarya dan tidak berhenti di tengah jalan.

“Walaupun tercapainya kapan kami juga belum tahu, tapi saya kira hal itu adalah yang menjadi spirit saya untuk terus berkonten,” ungkapnya.

Aroma kopi menyambut di Ampelgading, tim Bicara Blitar soroti peran gerai KDMP untuk produk lokal

Bagi Tymbro, mimpi 3M berfungsi layaknya bahan bakar yang menyalakan semangatnya dalam menggeluti dunia kreatif.

Setiap konten yang ia hasilkan, setiap upaya memperluas jangkauan Blitar Tengah Wengi, semuanya bermuara pada satu harapan besar untuk suatu saat bisa berdiri di tanah suci sekaligus menjejakkan kaki di Old Trafford, markas kebanggaan Manchester United.

Kisah cita-cita Tymbro ini sekaligus menggambarkan bagaimana sebuah mimpi sederhana namun bermakna dapat menjadi motivasi yang begitu kuat.

20 tahun merantau ke Surabaya, Bu Landep pilih pulang dan berjualan pisang goreng di Kalimanis Doko

Di tangan seorang kreator lokal Blitar, kecintaan pada klub sepak bola dan kerinduan spiritual berpadu menjadi dorongan untuk terus produktif, berkarya, dan memperkaya diri demi menggapai impian yang ia perjuangkan.

*Artikel ini disusun berdasarkan dokumentasi video yang diunggah kanal YouTube Bicara Blitar.

Susuri hutan Doko hingga Ampelgading, begini serunya ekspedisi menuju Keraton Gunung Kawi

Berita Terkait

×