Blitar – Seiring berjalannya waktu, kampung Kali Badak mengalami sejumlah perkembangan dari sisi fasilitas dan aksesibilitas. Perubahan ini dirasakan warga di berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari kelistrikan hingga akses jalan.
Aliran listrik mulai masuk ke wilayah ini pada kisaran tahun 2010. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan lampu minyak atau sistem “warlis” atau warung listrik untuk memenuhi kebutuhan penerangan.
Dari sisi pendidikan, kampung ini sudah memiliki sekolah dasar (SD) sendiri. Namun untuk jenjang SMP dan SMA, anak-anak harus menempuh pendidikan di daerah Nglegok atau Kota Blitar.
Akses jalan menuju kampung juga dinilai jauh lebih baik dibandingkan masa lalu. Mobilitas warga kini didominasi oleh sepeda motor, berbeda dengan dulu yang masih mengandalkan sepeda ontel atau jasa ojek.
Soal air bersih, warga Kali Badak tak perlu khawatir karena pasokannya dinilai sangat aman dan melimpah, mengingat sumbernya berasal langsung dari kawasan pegunungan.
Selengkapnya: https://youtu.be/l_MhX51t_gw?si=BNtJtK4iiCqeCdVk

