Blitar – Upaya penguatan kapasitas ekonomi berbasis pelestarian warisan budaya terus digelorakan oleh kalangan akademisi perguruan tinggi.
Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) sukses menggelar program pengabdian bertajuk “Membatik Bentul, Merawat Budaya: Pelatihan Batik Tulis” yang dipusatkan di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
Agenda edukatif ini dirancang sebagai instrumen ganda, yakni menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal sekaligus membekali warga dengan keterampilan teknis pembuatan batik tulis bermutu tinggi.
Pelatihan ini menyasar kelompok masyarakat strategis di Desa Tepas, khususnya jajaran ibu-ibu serta generasi muda yang memiliki minat pada sektor industri kreatif.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan filosofi batik, sejarah perkembangan busana Nusantara, hingga pengenalan komprehensif terkait instrumen dan bahan dasar produksi oleh praktisi batik berpengalaman.
Usai menguasai pemahaman teoritis, para peserta langsung diterjunkan dalam sesi praktik pembuatan batik tulis secara mandiri di bawah pendampingan intensif dari tim narasumber dan mahasiswa UM BBM.
Para peserta diajak melewati seluruh tahapan rumit pembuatan batik tulis konvensional, mulai dari pembuatan pola dasar (nyungging) pada bentangan kain, penggoresan lilin panas (malam) menggunakan alat canting, proses pencelupan warna, hingga tahap akhir pelorodan untuk meluruhkan malam hingga menghasilkan corak motif yang utuh.
Antusiasme warga Desa Tepas tampak tinggi sepanjang pelatihan berlangsung. Para peserta aktif berkonsultasi mengenai teknik pergerakan canting agar tidak bocor, racikan pewarnaan yang tahan lama, hingga teknik perawatan kain batik agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Perwakilan tim mahasiswa UM BBM Universitas Negeri Malang menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.
Keterampilan dasar yang telah diserap oleh warga diproyeksikan dapat terus dibina agar mampu berkembang menjadi lini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru yang berdaya saing.
Melalui sinergi terpadu antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat tempatan, program pelatihan batik tulis ini menjadi bukti konkret kolaborasi lintas sektor dalam menjaga warisan budaya bangsa, sekaligus membuka kran pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Blitar. (Ko/blt)

