Artikel Berita

Mantap! Pemkot Blitar borong penghargaan tingkat provinsi hingga nasional selama 2 tahun terakhir

presiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).
Ajang apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026). (Foto: Pemkot Blitar)

Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mencatat deretan prestasi sepanjang 2025 dengan memboyong puluhan penghargaan tingkat provinsi hingga nasional.

Penghargaan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi, akuntabilitas keuangan, keterbukaan informasi, pelayanan publik, kesehatan, ketahanan pangan, investasi, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pelestarian lingkungan.

Sepanjang 2025, Pemkot Blitar memuat sedikitnya 30 catatan penghargaan dan prestasi dari berbagai bidang. Sejumlah capaian bahkan menempatkan Kota Blitar di jajaran terbaik tingkat Jawa Timur maupun nasional.

Aneh dan jarang terjadi, Wawali Blitar dan sejumlah anggota dewan demo soal KONI, ini kata pengurus cabor

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperinda) Kota Blitar, Widodo Saptono Johanes, mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen, kerja keras, dan sinergi jajaran Pemkot Blitar di bawah kepemimpinan Wali Kota Syauqul Muhibbin bersama masyarakat.

“Deretan penghargaan yang diraih sepanjang tahun 2025 ini merupakan bukti nyata komitmen Pemkot Blitar dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, berintegritas, dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Widodo, Kamis (10/9/2026).

Antikorupsi, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Keuangan

Sektor tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi menjadi salah satu bidang yang paling menonjol.

Begini tanggapan PJ Sekda Kota Blitar soal aksi unjuk rasa di depan kantor wali kota

Pemkot Blitar meraih Penghargaan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK 2024 sebagai daerah terbaik se-Jawa Timur dengan capaian 98,97 persen.

Pada tingkat nasional, Kota Blitar mencatat Indeks MCP KPK sebesar 97,98 persen dan menduduki posisi keempat nasional.

Kota Blitar juga dicatat menjadi percontohan antikorupsi di Jawa Timur, dengan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang lebih tinggi dibandingkan skala nasional.

Makam Bung Karno di Blitar buka 24 jam, tukang becak rasakan lonjakan penghasilan

Capaian tersebut kemudian diperkuat dengan penetapan resmi Kota Blitar sebagai salah satu dari hanya tiga daerah percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi di Indonesia. Kota Blitar memperoleh nilai 92,15 dengan predikat “Istimewa”.

Dari sisi akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, Pemkot Blitar juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 15 kali berturut-turut.

Keterbukaan Informasi, Kearsipan, dan Pemerintahan Digital

Prestasi juga diraih dalam keterbukaan informasi publik. Dokumen penghargaan mencatat Pemkot Blitar memperoleh predikat Badan Publik Informatif dalam KI Awards 2025.

Apresiasi kebijakan Makam Bung Karno buka 24 Jam, GP Ansor Kota Blitar: Perkuat edukasi sejarah dan UMKM

Selain itu, terdapat penghargaan sebagai Badan Publik Informatif dengan nilai 98,61 untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2025.

Dalam bidang kearsipan, Kota Blitar berhasil meraih peringkat XI nasional dan peringkat kelima se-Jawa Timur dalam Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024. Kota Blitar mencatat Indeks Kearsipan 91,59 dengan kategori AA atau Sangat Memuaskan.

Di sektor komunikasi publik dan pemerintahan digital, catatan penghargaan Pemkot Blitar memuat sejumlah capaian dalam Jatim Public Relations Award (JPRA) dan Forum Ekosistem Pemerintah Digital Jawa Timur.

Smart City Blitar, transformasi digital layanan publik kota

Salah satu catatan menyebut Pemkot Blitar memborong empat penghargaan sekaligus dan menjadi narasumber dalam Forum Ekosistem Pemerintah Digital Jawa Timur.

Catatan lain mengenai JPRA 2025 menyebut Kota Blitar memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Forum Ekosistem Pemerintah Digital Jawa Timur.

Kedua capaian tersebut tercantum sebagai entri tersendiri dalam daftar penghargaan Pemkot Blitar.

Ruang terbuka hijau Blitar, paru-paru kota yang terus dijaga

Selain itu, Kota Blitar tercatat memborong empat apresiasi dalam rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025.

Dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah melalui transformasi digital, Pemkot Blitar juga meraih Juara I Implementasi Digitalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terbaik dalam rangkaian Anugerah Digdaya Mataram 2025 dari Bank Indonesia Kediri.

Investasi dan Pelayanan Publik

Prestasi pada sektor investasi ditorehkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar. Instansi tersebut meraih Harapan I dalam Investment Award 2024 Provinsi Jawa Timur untuk kategori DPMPTSP Kabupaten/Kota.

Profil Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, sosok Mas Ibin

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar tercatat menerima penghargaan Public Service For Impact 2025.

Pemkot Blitar juga memperoleh Mandaya Awards 2025 kategori Pemberdayaan Masyarakat Inspiratif dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan tingkat nasional terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah daerah.

Flashback: 12 Juli 2004, away ke Nganjuk, PSBI Blitar gulung Persenga 6-0

Di tingkat kelurahan, Kelurahan Pakunden Kota Blitar berhasil meraih Juara II Lomba Gotong Royong Tingkat Jawa Timur 2025.

Pemkot Blitar juga memperoleh Anugerah Kota Layak Anak (KLA) 2025 kategori Nindya.

Pengakuan lainnya datang melalui Indonesian Peaceful & Cultural Harmony City Award, Anugerah GTK, serta penghargaan kepada kepala daerah atas dukungan dan komitmen penuh Pemerintah Kota Blitar dalam upaya optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan umat.

Stunting, Pangan, dan Peternakan Torehkan Prestasi

Di sektor kesehatan, Kota Blitar masuk Top 5 Nasional Penurunan Stunting. Angka stunting tercatat turun tajam dari 17,7 persen menjadi 11,4 persen dan disebut telah melampaui target nasional.

Prestasi di bidang keamanan pangan juga dicatat Kelurahan Klampok. Kelurahan tersebut meraih Juara III Regional Barat dalam ajang Kelurahan Pangan Aman Nasional 2025.

Pada sektor peternakan, UPT Rumah Potong Hewan Ruminansia Kota Blitar memperoleh penghargaan sebagai unit usaha yang berkomitmen dalam penerapan halal dan penjaminan higiene sanitasi.

Penghargaan tersebut berkaitan dengan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan syariat Islam di Jawa Timur.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar turut mencatat prestasi dengan meraih Peringkat Terbaik Kedua sebagai kota dengan kinerja pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur.

Inovasi, Pariwisata, Film, dan Kebudayaan

Sektor inovasi dan ekonomi kreatif ikut menyumbang penghargaan bagi Kota Blitar. Batik Puspa Dahana mengantarkan Kota Blitar meraih INOTEK Award 2025.

Dalam bidang pariwisata, video promosi wisata Kota Blitar berhasil menembus deretan terbaik di Jawa Timur dan meraih penghargaan Best Tourism Video.

Prestasi juga datang dari bidang perfilman. Production House Core melalui karya film berjudul “Harmoni Tabuh Sunyi” berhasil meraih nominasi Best Story Ideas dalam ajang Komfilasi atau Kompetisi Film Asli Jawa Timur Tahun 2025.

Berbagai capaian tersebut melengkapi prestasi Kota Blitar pada sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan sepanjang 2025, mulai dari inovasi batik, promosi wisata audiovisual, hingga produksi film.

Penghargaan Lingkungan dari ProKlim hingga Adiwiyata

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan turut mendapat pengakuan. Kota Blitar memperoleh Sertifikat ProKlim Utama pada 2025.

Prestasi lingkungan berlanjut saat RW 4 Kelurahan Klampok meraih Trophy ProKlim Lestari 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain penghargaan berbasis komunitas tersebut, daftar prestasi Pemkot Blitar juga mencantumkan penetapan Sekolah Adiwiyata Nasional pada Desember 2025.

Deretan penghargaan itu menunjukkan capaian Pemkot Blitar sepanjang 2025 tidak hanya bertumpu pada administrasi pemerintahan, tetapi tersebar pada tata kelola, antikorupsi, keuangan daerah, pelayanan publik, keterbukaan informasi, digitalisasi, investasi, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga lingkungan.

Widodo menegaskan, banyaknya penghargaan yang diterima Pemkot Blitar tidak boleh membuat jajaran aparatur berpuas diri. Sebaliknya, berbagai penghargaan tersebut harus menjadi pemacu untuk mempertahankan capaian sekaligus terus melakukan pembenahan.

“Penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi kami untuk terus menjaga integritas, meningkatkan mutu pelayanan publik, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Blitar,” pungkasnya.

Prestasi Berlanjut di 2026

Deretan penghargaan yang diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sepanjang 2025 berlanjut pada 2026. Hingga akhir Agustus 2026, Kota Blitar kembali mencatat berbagai capaian di tingkat Jawa Timur, nasional, hingga regional Jawa-Bali.

Berdasarkan daftar penghargaan Pemerintah Kota Blitar Tahun 2026, sedikitnya terdapat 15 catatan penghargaan dan prestasi yang diterima Pemkot Blitar maupun perangkat daerah.

Capaian tersebut mencakup sektor kesehatan, pelayanan publik, lingkungan hidup, antikorupsi, penyelenggaraan pemerintahan, keuangan daerah, dokumentasi hukum, kebudayaan, kearsipan, hingga pembangunan keluarga.

Deretan capaian tersebut sekaligus melanjutkan tren prestasi Pemkot Blitar setelah sepanjang 2025 memboyong puluhan penghargaan tingkat provinsi hingga nasional.

Awali 2026 dengan UHC Awards dan Opini Pelayanan Publik Tertinggi

Prestasi Kota Blitar pada 2026 dibuka dengan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Utama pada 27 Januari 2026.

Penghargaan tingkat nasional itu diberikan setelah Kota Blitar berhasil mencapai cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 100 persen.

Selain mencapai kepesertaan JKN secara menyeluruh, Kota Blitar juga berada di peringkat kedua terbaik se-Jawa Timur. Penghargaan diserahkan di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Dua hari berselang, pada 29 Januari 2026, Kota Blitar kembali memperoleh pengakuan nasional melalui Opini Ombudsman RI Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025.

Kota Blitar mendapatkan Opini Kualitas Tertinggi untuk kategori pemerintah kota dan tercatat sebagai salah satu dari hanya tujuh pemerintah kota di Indonesia yang memperoleh predikat tersebut.

Masuk 35 Daerah Terbaik Pengelolaan Sampah, Dispendukcapil Raih WBK

Prestasi di bidang lingkungan hidup menyusul pada 25 Februari 2026. Kota Blitar memperoleh Apresiasi Kinerja Pengelolaan Sampah berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih.

Dalam penilaian tersebut, Kota Blitar masuk dalam 35 kabupaten/kota terbaik dari 512 daerah di Indonesia. Penilaian menggunakan konsep baru Adipura yang menekankan tata kelola sampah secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, prestasi juga dicatat oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar.

Pada 11 Februari 2026, Dispendukcapil memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam SAKIP & Zona Integritas Award 2025.

Karena penerima penghargaan tersebut merupakan organisasi perangkat daerah (OPD), dalam dokumen Pemkot Blitar capaian WBK ini secara khusus dikategorikan sebagai prestasi perangkat daerah, bukan penghargaan Pemkot Blitar secara keseluruhan.

Kota Blitar Peringkat III Nasional Kinerja Pemerintahan

Capaian besar kembali diraih pada 27 April 2026 bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30. Kota Blitar meraih Peringkat III Nasional Kategori Kinerja Tertinggi.

Kota Blitar masuk tiga besar daerah berkinerja tinggi dari 93 kota se-Indonesia berdasarkan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penghargaan tersebut menempatkan Kota Blitar dalam jajaran pemerintah kota dengan kinerja terbaik secara nasional.

Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah juga kembali mendapat pengakuan. Pada 29 Mei 2026, Kota Blitar memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-16 secara berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kota Blitar sebagai pemerintah daerah dengan perolehan WTP terbanyak di Jawa Timur.

Dengan demikian, catatan WTP Kota Blitar yang pada 2025 mencapai 15 kali berturut-turut kembali bertambah menjadi 16 kali pada 2026.

JDIH dan Imunisasi Raih Pengakuan

Pada sektor dokumentasi dan informasi hukum, Kota Blitar meraih Terbaik V kategori Sekretariat DPRD Kabupaten/Kota dalam Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan tingkat Jawa Timur tersebut diterima pada 20 Mei 2026. Sementara dari sektor kesehatan, Kota Blitar membukukan dua prestasi sekaligus pada 2 Mei 2026.

Kota Blitar mendapatkan piagam dari Kementerian Kesehatan RI atas capaian Cakupan Imunisasi Rutin Terbaik III tingkat kabupaten/kota.

Pada saat yang sama, Kota Blitar juga memperoleh penghargaan Cakupan Status Imunisasi T2+ bagi ibu hamil Terbaik III dari Kementerian Kesehatan RI. Kedua penghargaan tersebut merupakan capaian tingkat nasional.

“Blitar Kawentar” Dicatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Prestasi Kota Blitar pada 2026 tidak hanya datang dari tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga kebudayaan.

Pada 12 Mei 2026, lagu atau musik daerah “Blitar Kawentar” memperoleh pencatatan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori Ekspresi Budaya Tradisional.

Pencatatan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap “Blitar Kawentar” sebagai bagian dari ekspresi budaya tradisional yang dimiliki daerah.

Kearsipan Kota Blitar Raih Kategori AA

Pada 20 Mei 2026, Kota Blitar juga menerima Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2025.

Dalam penilaian tersebut, Kota Blitar memperoleh skor 91,06 dengan kategori AA atau Sangat Memuaskan. Kota Blitar menempati peringkat 17 nasional sekaligus peringkat keempat kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta.

Zero Kematian Ibu dan Penurunan Kematian Ibu-Bayi

Capaian sektor kesehatan kembali bertambah pada 24 Juni 2026. Kota Blitar menerima Penghargaan Zero Kematian Ibu Tahun 2025 atas keberhasilan mencatatkan nol kematian ibu sepanjang tahun tersebut.

Pada momentum yang sama, Kota Blitar juga memperoleh Penghargaan Penurunan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2025 atas keberhasilannya menekan jumlah kematian ibu dan bayi.

Capaian itu memperpanjang daftar prestasi sektor kesehatan Kota Blitar setelah sebelumnya meraih UHC Awards, penghargaan cakupan imunisasi rutin, dan penghargaan status imunisasi T2+ bagi ibu hamil.

Boyong Lima Penghargaan HARGANAS 2026

Prestasi lain datang dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026 tingkat Jawa Timur. Pada 29 Juli 2026, Kota Blitar memboyong lima penghargaan sekaligus.

Lima penghargaan tersebut meliputi apresiasi dukungan terhadap program strategis Kemendukbangga/BKKBN untuk Wali Kota Blitar, apresiasi serupa untuk Ketua TP PKK, penghargaan penyusunan PJPK 2026–2029, penghargaan atas capaian 100 persen program MOW 2026 dengan 24 akseptor, serta Juara II Praktik Baik Tamasya kategori Cerita Inspiratif.

Pendidikan dan Lingkungan Antar Kota Blitar Raih Rp3 Miliar

Deretan penghargaan berlanjut pada 28 Agustus 2026. Kota Blitar memperoleh dua Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.

Kota Blitar berhasil menduduki peringkat kedua dalam dua kategori, yakni Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Masing-masing kategori mendapatkan apresiasi sebesar Rp1,5 miliar, sehingga total apresiasi yang diterima Kota Blitar mencapai Rp3 miliar.

Penghargaan tersebut diberikan dalam lingkup Regional Jawa-Bali di Nusa Dua Convention Centre, Bali. (ko)

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×