Sunberasri, Nglegok – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sumberasri Kelompok 2 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar merancang Peta Denah Wilayah Desa Sumberasri berbasis sistem informasi geospasial ArcGIS. Peta tersebut kemudian diserahkan dan dipasang di Balai Desa Sumberasri sebagai salah satu media informasi mengenai wilayah desa.
Peta berukuran 250 x 150 sentimeter itu memuat sejumlah informasi wilayah, mulai dari batas desa, jaringan jalan, hingga titik koordinat berbagai fasilitas umum. Pemetaan juga mencakup lembaga pendidikan dan sarana ibadah, di antaranya Musala Darus Sa’adah dan Masjid Al-Huda.
Penyusunan peta dilakukan melalui pemetaan dan survei di lapangan. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan gambaran wilayah Desa Sumberasri yang lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Ketua KKN Desa Sumberasri Kelompok 2 UNU Blitar, Syifaul Abshor, mengatakan pembuatan peta tersebut berangkat dari hasil pengamatan tim terhadap kebutuhan informasi geografis di desa.
“Kami melihat Desa Sumberasri memiliki potensi wilayah yang sangat luas, namun belum didukung oleh pemetaan berbasis digital yang terukur. Melalui aplikasi ArcGIS, kami menyusun data spasial ini agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat luas sebagai pijakan perencanaan pembangunan desa ke depan,” ungkap Syifaul Abshor saat penyerahan peta di Balai Desa.
Menurutnya, data spasial tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah sekaligus mendukung kebutuhan administrasi dan perencanaan pembangunan.
Kepala Desa Sumberasri, Seniadi, mengapresiasi peta wilayah yang dibuat oleh mahasiswa KKN UNU Blitar tersebut. Menurutnya, peta yang lebih detail dapat membantu masyarakat maupun instansi di sekitar desa dalam mengenali kondisi dan akses wilayah.
“Kehadiran peta denah desa yang detail dan informatif ini sangat membantu kami, terutama dalam mengenali potensi zonasi dan aksesibilitas anak didik di lingkungan sekitar sekolah. Ini adalah kontribusi nyata yang bernilai jangka panjang,” ujar Seniadi.
Peta tersebut kini telah terpasang di Balai Desa Sumberasri dan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi geografis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

