Sumberasri, Nglegok –Upaya mengenalkan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai dilakukan Tim KKN Desa Sumberasri Kelompok 2 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melalui edukasi stop-bullying di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahun Najah, Desa Sumberasri.
Kegiatan mengangkat tema “Tangan untuk Merangkul, Bukan Memukul”. Edukasi tidak dikemas dalam bentuk sosialisasi satu arah, tetapi melibatkan siswa secara langsung melalui permainan, diskusi kelompok, dan simulasi peran atau roleplay.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, baik secara verbal maupun fisik. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai dampak yang dapat ditimbulkan dari tindakan perundungan, khususnya terhadap kondisi psikologis korban.
Pendekatan yang melibatkan permainan dan simulasi membuat siswa lebih mudah mengikuti materi. Selain memahami tindakan yang termasuk perundungan, siswa juga diajak membangun sikap saling menghargai dan memperlakukan teman dengan baik.
Kepala MI Miftahun Najah, Abdurrahman Saleh, menyambut baik kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN UNU Blitar tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai karakter dan pencegahan perundungan penting diberikan sejak usia sekolah dasar.
“Pendekatan melalui metode simulasi dan permainan yang dibawakan adik-adik mahasiswa sangat efektif menyentuh pemahaman anak-anak. Edukasi karakter anti-bullying ini sangat penting untuk membentuk mentalitas saling menghargai sejak dini,” ujar Abdurrahman Saleh.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN Desa Sumberasri Kelompok 2 UNU Blitar berharap siswa semakin memahami pentingnya menghargai sesama serta ikut menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

