Blitar – Candi Penataran yang berlokasi di Kecamatan Nglegok memiliki sejarah panjang yang bermula sejak era Kerajaan Kediri pada abad ke-12. Sejarah ditemukannya kompleks candi ini menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan arkeologi dan pelestarian warisan budaya di Jawa Timur.
Berdasarkan prasasti dan catatan sejarah yang ditemukan, pembangunan Candi Penataran dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu yang sangat panjang, terus berlanjut hingga masa kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 dan ke-15, menjadikannya saksi beberapa era kerajaan besar Nusantara.
Proses penemuan dan identifikasi
Kompleks candi ini pertama kali menarik perhatian dunia arkeologi kolonial pada masa penjajahan Belanda, ketika penelitian awal dilakukan untuk mengidentifikasi struktur dan asal-usul bangunan yang saat itu sebagian tertutup vegetasi dan mengalami kerusakan akibat faktor alam.
Penelitian lebih mendalam terus dilakukan seiring waktu, mengungkap berbagai prasasti yang membantu para ahli menentukan periode pembangunan setiap bagian candi serta kaitannya dengan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut.
Upaya pemugaran dan pelestarian
Setelah proses identifikasi, pemerintah bersama ahli arkeologi melakukan berbagai upaya pemugaran untuk mengembalikan bentuk asli candi sesuai temuan arkeologis, sekaligus melindungi struktur bangunan dari kerusakan lebih lanjut akibat faktor cuaca maupun aktivitas manusia.
Kini, Candi Penataran berstatus sebagai situs warisan budaya yang dilindungi dan menjadi destinasi wisata sejarah penting di Blitar. Sejarah penemuannya menjadi bukti nyata pentingnya penelitian arkeologi dalam mengungkap kekayaan peradaban Nusantara di masa lampau.

