Karanganyar – Struktur wilayah Bolone Mase Indonesia Jawa Tengah secara resmi menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Organisasi yang berlangsung selama dua hari, bertempat di Jawa Dwipa Resort pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026.
Pertemuan besar yang dihadiri oleh seluruh jajaran Koordinator Kabupaten (Korkab) serta Koordinator Kota (Korkot) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah ini menjadi sebuah momentum krusial untuk memperkuat internal keorganisasian sekaligus menyatukan arah pergerakan dalam mengawal seluruh program strategis di masa mendatang.
Pelaksanaan agenda penting ini dipimpin dan dihadiri secara langsung oleh Koordinator Nasional (Kornas) Bolone Mase Indonesia, Kuat Hermawan Santoso, bersama dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Madjid Widigdo.
Di dalam forum konsolidasi tersebut, para peserta terlibat aktif dalam membahas rangkaian agenda yang bersifat strategis. Pembahasan meliputi konsolidasi menyeluruh bagi Korkab dan Korkot se-Jawa Tengah, penajaman program kerja internal, evaluasi terhadap capaian program triwulanan, hingga perencanaan teknis mengenai pelaksanaan konsolidasi secara bertahap yang akan diturunkan ke tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke struktur ranting.
Saat memberikan arahan resminya, Kuat Hermawan Santoso memberikan penegasan bahwa seluruh elemen Bolone Mase Indonesia wajib terus meningkatkan soliditas internal kelembagaan, serta mengambil peran yang nyata dan aktif dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Bolone Mase Indonesia harus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang turut mengawal, menyukseskan, sekaligus mengabarkan berbagai hal positif terkait program-program pemerintah. Di tengah derasnya arus informasi digital, kita juga harus hadir untuk melawan narasi hoaks dan disinformasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” ujar Kuat.
Lebih lanjut, Koordinator Nasional tersebut juga memberikan sorotan khusus terhadap perkembangan kondisi ekonomi serta dinamika politik di tingkat internasional yang sedang terjadi saat ini.
Ia memandang bahwa segala bentuk tantangan global tersebut mesti diantisipasi dengan cara memperkokoh ikatan persatuan nasional serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di antara seluruh komponen bangsa.
“Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan, memperkuat optimisme, serta bergotong royong menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun politik global,” tambahnya secara mendalam.
Pada kesempatan yang sama, Madjid Widigdo selaku Korwil Jatim turut menggarisbawahi mengenai signifikansi dari pelaksanaan konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berjenjang.
Menurutnya, langkah ini merupakan pondasi utama dalam mempertegas peran serta nilai kebermanfaatan yang bisa diberikan oleh Bolone Mase Indonesia langsung di tengah-tengah masyarakat.
Sepanjang dua hari berjalannya acara, para peserta mengikuti seluruh rangkaian sesi diskusi, proses evaluasi program kerja, serta perumusan langkah-langkah taktis organisasi yang bertujuan untuk memaksimalkan koordinasi sekaligus mempererat sinergi antarwilayah di seluruh koridor Jawa Tengah.
Melalui hasil akhir konsolidasi ini, Bolone Mase Indonesia Jawa Tengah secara kolektif menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus membentuk ekosistem organisasi yang solid, mendorong terciptanya komunikasi publik yang sehat di ruang digital, mengawal jalannya program-program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat, serta konsisten menjaga api persatuan dan semangat gotong royong demi kemajuan negara Indonesia.
Semangat yang melandasi seluruh jalannya Konsolidasi Bolone Mase Indonesia Jawa Tengah Tahun 2026 di kawasan Tawangmangu ini ditutup dengan komitmen bersama: “Guyub, Solid, dan Bergerak Bersama untuk Indonesia.” (ko)

