Artikel Berita
Beranda » Pemuda di Srengat Blitar dibawa polisi, belasan kilogram bubuk mercon disita

Pemuda di Srengat Blitar dibawa polisi, belasan kilogram bubuk mercon disita

Personel Polsek Srengat menunjukkan barang bukti belasan kilogram bubuk petasan dan alat timbang digital saat rilis pengungkapan kasus bahan peledak ilegal di Mapolsek Srengat. (Foto: Polsek Srengat)

Blitar – Satuan Reserse Kriminal Polsek Srengat berhasil mengungkap praktik pembuatan bahan peledak ilegal yang dilakukan oleh seorang pemuda di Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Tersangka berinisial M A N alias N (22) diamankan petugas setelah kedapatan memproduksi bubuk petasan dalam skala besar di dalam rumahnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat di Dusun Demangan yang merasa resah dengan adanya aktivitas transaksi bahan kimia mencurigakan.

Korwil Bolone Mase Jatim Madjid Widigdo pimpin Turba Mataraman, perkuat literasi digital anak muda

Berdasarkan aduan yang masuk pada Rabu (25/2/2026), unit intelijen dan reskrim segera melakukan pemantauan intensif di sekitar kediaman tersangka.

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, petugas akhirnya melakukan penggerebekan pada Sabtu dini hari (28/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan fakta bahwa pemuda berusia 22 tahun tersebut telah menyulap salah satu ruangan di rumahnya menjadi bengkel peracikan bahan peledak.

Harga pangan di Blitar naik pada 2026 pengeluaran makan warga lebih tinggi dari tahun sebelumnya

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka mempelajari teknik meracik bubuk peledak tersebut secara autodidak. Bahan-bahan berbahaya seperti belerang, serbuk alumunium, dan KCL didapatkan tersangka dengan cara membeli secara bebas melalui platform belanja daring Shopee.

Tersangka mengaku telah berhasil memproduksi sekitar 16,5 kilogram serbuk mercon siap pakai. Mirisnya, sebagian dari barang berbahaya tersebut telah dipasarkan kepada khalayak umum melalui media sosial dengan metode transaksi langsung.

Kapolsek Srengat, Kompol Randhy Irawan, memberikan keterangan mengenai modus operandi yang dijalankan oleh pemuda tersebut dalam mendistribusikan hasil produksinya.

Angka partisipasi pendidikan Kabupaten Blitar meningkat di tahun 2026

“Tersangka sudah menjual sekitar 7 kilogram kepada rekan-rekannya dan konsumen lain melalui sistem Cash on Delivery (COD). Pemasarannya pun dilakukan secara terbuka lewat media sosial Facebook,” jelasnya.

Dalam operasi penggeledahan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup krusial. Barang bukti tersebut meliputi tujuh kantong plastik berisi bubuk peledak, puluhan selongsong kertas berbagai ukuran, timbangan digital, alat pengayak, hingga sisa bahan baku mentah seperti arang dan belerang.

Sebuah ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pembeli juga turut disita.

Penduduk Kabupaten Blitar tembus 1,26 juta jiwa pada 2026

Akibat perbuatan nekatnya tersebut, kini M A N harus mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan Pasal 306 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Aturan hukum ini mengancam siapapun yang secara ilegal membuat, menyimpan, atau memperjualbelikan bahan peledak.

Penangkapan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pekat Semeru 2026 yang bertujuan menjaga kondusivitas wilayah menjelang momentum hari besar keagamaan.

Sektor tekstil Jatim kedatangan pemain baru, ada lulusan SMKN 1 Blitar yang usianya baru 18 tahun

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Satreskrim Polres Blitar Kota untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut. (Di

×