Blitar – Kalau kamu ditanya siapa tokoh paling terkenal dari Blitar, hampir semua orang akan menjawab: Bung Karno. Itu benar. Tapi Blitar ternyata bukan hanya melahirkan satu proklamator kota ini juga jadi tanah lahir tokoh-tokoh yang inovasinya terasa sampai hari ini, dari langit udara sampai meja makanmu.
Dan anehnya, kisah mereka hampir tidak pernah diceritakan.
Penemu Pesawat Fokker: Lahir di Blitar?
Penemu pesawat Fokker lahirnya juga di Blitar demikian yang disebutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar dalam salah satu pernyataan resminya tentang keunikan daerah ini.
Anthony Herman Gerard Fokker pendiri perusahaan pesawat Fokker yang legendaris lahir di Kediri pada 1890, dari keluarga Belanda yang tinggal di Jawa. Blitar dan Kediri memang bertetangga dekat secara geografis dan historis.
Pesawat-pesawat buatan Fokker digunakan dalam Perang Dunia I dan II, dan perusahaannya menjadi salah satu produsen pesawat terpenting di abad ke-20. Koneksi ini meski masih perlu kajian lebih dalam dari sejarawan lokal menjadikan wilayah Blitar Raya punya jejak yang melampaui batas Jawa Timur.
Mbah Moedjair: Penemu Ikan yang Ada di Piring Kamu Setiap Hari
Sekarang pertanyaan yang lebih dekat: pernahkah kamu makan ikan mujair? Hampir pasti pernah ikan ini ada di hampir setiap warung makan di Indonesia. Dan ikan itu mendapat namanya dari seorang warga Blitar.
Penemu ikan mujair adalah Mbah Moedjair, tokoh dari Blitar yang namanya diabadikan sebagai nama ikan yang kini menjadi salah satu ikan konsumsi paling populer di Indonesia.
Mbah Moedjair menemukan spesies ikan yang tidak dikenal di pantai selatan Blitar pada 1930-an. Ia kemudian berhasil membudidayakannya untuk pertama kali.
Pemerintah akhirnya menamakan ikan tersebut “mujair” diambil dari namanya. Setiap kali ada orang yang memesan ikan mujair goreng di warung, secara tidak sadar mereka sedang mengenang inovasi seorang lelaki dari Blitar.
Ketok Magic: Inovasi Bengkel yang Mendunia dari Blitar
Penemu ketok magic juga berasal dari Blitar.
Teknik ketok magic metode perbaikan bodi kendaraan tanpa dempul yang kini tersebar di seluruh Indonesia bahkan diekspor ke luar negeri sebagai keahlian memiliki akar di Blitar.
Teknik ini ditemukan oleh seorang mekanik lokal yang berhasil mengembangkan cara memperbaiki penyok pada bodi kendaraan dengan presisi tinggi hanya menggunakan palu khusus. Inovasi ini kemudian menyebar ke seluruh Nusantara dan menjadi profesi tersendiri yang menghidupi ribuan orang.
Supriyadi dan Sukarni: Pejuang Kemerdekaan dari Blitar
Banyak tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia hingga orang-orang berpengaruh berasal dari Blitar mulai dari Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh kemerdekaan Sukarni dan Supriyadi.
Sukarni adalah tokoh pemuda revolusioner yang mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah berita kekalahan Jepang tersebar. Tanpa tekanan dari Sukarni dan kawan-kawan, tanggal 17 Agustus 1945 mungkin akan berbeda.
Blitar: Kota Kecil dengan Jejak Raksasa
Ini adalah narasi yang belum cukup banyak disuarakan: Blitar bukan hanya kota yang menyimpan kenangan masa lalu ini adalah kota yang membentuk Indonesia yang ada hari ini.
Dari pesawat udara, ikan di meja makan, teknik perbaikan kendaraan, sampai proklamasi kemerdekaan Blitar ada di sana, di balik layar, dengan tenang dan tanpa banyak klaim.
Mungkin itulah yang paling khas dari Blitar: inovasinya nyata, dampaknya besar, tapi jarang ada yang cerita.

