Artikel Feature
Beranda » Nikmatnya kopi arabika tanpa gula di kaki Puncak Langit, potensi unggulan Kalimanis Doko Blitar

Nikmatnya kopi arabika tanpa gula di kaki Puncak Langit, potensi unggulan Kalimanis Doko Blitar

Secangkir kopi arabika lokal yang disajikan di salah satu warung dekat kawasan Puncak Langit, Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. (Foto: Tangkapan layar YouTube Bicara Blitar)

Blitar – Tak hanya menyuguhkan panorama gunung yang memukau, kawasan sekitar Puncak Langit di Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, juga menyimpan kekayaan rasa yang patut dicicipi: kopi arabika lokal.

Dalam sebuah perjalanan eksplorasi ke kawasan tersebut, tim Bicara Blitar berkesempatan menyeruput langsung racikan kopi khas daerah setempat di sebuah warung kecil dekat lokasi wisata.

Perjalanan menuju kawasan ini sendiri sudah menjadi pengalaman tersendiri. Sepanjang rute dari arah Wlingi menuju area Puncak Langit, mata disuguhi pemandangan hijau yang menyejukkan. Sesampainya di salah satu warung dekat lokasi, rombongan menyempatkan diri untuk singgah dan mencicipi kopi seduhan asli daerah tersebut.

Susuri hutan Doko hingga Ampelgading, begini serunya ekspedisi menuju Keraton Gunung Kawi

“Di pagi ini kita sempatkan untuk mampir di salah satu warung dekat dengan Puncak Langit. Tadi perjalanannya disajikan pemandangan yang cukup indah, mulai dari kita masuk ke Wlingi sampai semuanya sangat indah. Dan kita mencoba kopi yang memang asli dari daerah sini,” ungkap tim Bicara Blitar dalam video dokumentasinya.

Kualitas rasa kopi tersebut bahkan diakui istimewa tanpa perlu tambahan pemanis. Sensasi nikmat yang dirasakan langsung tanpa gula menjadi indikasi bahwa karakter rasa kopi dari kawasan ini memang kuat dan khas.

“Tanpa gula sudah nikmat,” ujar tim Bicara Blitar singkat namun penuh makna, menggambarkan kualitas seduhan kopi lokal tersebut.

Puncak Langit Kalimanis, spot tersembunyi di Doko Blitar dengan pemandangan Gunung Kawi dan Buthak

Yang menjadikan temuan ini semakin menarik, kawasan sekitar Kalimanis dan Doko diketahui memiliki beberapa varietas kopi, salah satunya arabika.

Jenis kopi arabika dikenal luas di kalangan pencinta kopi sebagai varietas dengan profil rasa yang lebih kompleks, cenderung memiliki tingkat keasaman (acidity) yang khas, serta aroma yang lebih halus dibandingkan jenis robusta.

“Di sini juga ada beberapa varietas seperti arabika. Tentunya banyak coffee shop atau penikmat kopi yang akan suka dengan rasa kopi arabika di sini. Patut dicoba,” tutur tim Bicara Blitar.

Makkah, Madinah, Manchester: Mimpi 3M Tymbro yang jadi bahan bakar berkarya

Potensi ini sejatinya bisa menjadi nilai tambah ganda bagi kawasan Kalimanis. Selain menawarkan wisata panorama dari Puncak Langit, kopi arabika lokal bisa menjadi oleh-oleh khas maupun suguhan andalan bagi setiap pengunjung yang datang.

Sinergi antara wisata alam dan produk pertanian unggulan semacam ini kerap menjadi formula sukses dalam menggerakkan ekonomi desa berbasis wisata di berbagai daerah.

Tanaman kopi sendiri umumnya tumbuh subur di kawasan dataran tinggi dengan suhu sejuk, persis seperti karakteristik geografis Kalimanis yang berada di lereng pegunungan. Kondisi ini menjadi modal alami yang mendukung pengembangan kopi arabika sebagai komoditas unggulan desa.

AI bukan lawan, tapi sahabat content creator di tengah tantangan zaman

Dengan potensi rasa yang sudah teruji langsung di lapangan, kopi arabika asal Kalimanis berpeluang besar untuk dikembangkan lebih jauh, baik sebagai produk UMKM yang dipasarkan ke coffee shop, maupun sebagai bagian dari paket wisata terintegrasi bersama Puncak Langit.

Tinggal bagaimana pelaku usaha lokal dan pemerintah desa dapat bersinergi mengemas potensi ini menjadi produk yang lebih dikenal luas.

*Artikel ini disusun berdasarkan dokumentasi video yang diunggah kanal YouTube Bicara Blitar.

Jatuh Cinta karena logo, begini kisah Tymbro jadi penggemar setia Manchester United sejak kecil

×