Blitar – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blitar menggelar malam tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pelataran Sisi Barat Graha NU Blitar, pada Jumat (24/4/2026) malam. Peringatan tahun ini menjadi momentum strategis penegasan identitas Ansor sebagai tulang punggung estafet perjuangan jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).
Malam tasyakuran yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian PCNU. Tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Blitar Kiai Muqorrobin dan Wakil Ketua PCNU Taufiqurrohman, didampingi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar Imam Maliki, serta ratusan kader yang memadati area Graha NU.
Ketua PCNU Kabupaten Blitar dalam dawuh-nya menekankan posisi vital GP Ansor secara struktural maupun kultural. Ia mengingatkan bahwa seluruh kader memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nyala organisasi di wilayahnya masing-masing.
”Bagaimanapun juga Ansor itu adalah pengurus NU dalam segmen kepemudaan. Jadi, kader-kader Ansor harus bisa menghidupkan NU di tingkat masing-masing,” tegasnya di hadapan para kader yang hadir.
Lebih lanjut, Muqorrobin merinci keselarasan peran Ansor dengan kepengurusan NU di tiap hierarki kewilayahan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Kedudukan struktural tersebut harus dipahami sebagai ladang khidmah yang nyata.
”Menjadi pengurus ranting Ansor itu berarti secara tidak langsung ya menjadi pengurus NU ranting di bagian kepemudaan. Sampai tingkat PAC pun begitu. Pengurus PAC Ansor itu sejatinya sama dengan pengurus NU di bidang kepemudaan pada kelasnya,” imbuhnya menegaskan garis perjuangan.
Selanjutnya, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar, Imam Maliki, memaparkan rancangan strategis gerak organisasi ke depan. Melangkah di usia ke-92 tahun—terhitung berdasarkan sejarah pendiriannya pada 24 April 1934—GP Ansor Blitar kini menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai pilar pergerakan utama.
”Fokus kita ke depan adalah penguatan pada bab-bab ekonomi. Kemandirian ekonomi, baik secara organisasi maupun bagi kemaslahatan para kader, adalah intinya. Fokus kita ke depan ada di sana,” terang Maliki.
Penguatan sektor ekonomi kerakyatan ini dinilai krusial agar roda organisasi dan kehidupan kader di akar rumput bisa mandiri dan berdaya saing di tengah kemajuan zaman.
Rangkaian Konsolidasi dan Syukur
Acara tasyakuran Harlah ke-92 ini dirancang secara komprehensif, memadukan unsur spiritual, konsolidasi tata kelola, dan perayaan. Pra-acara dihangatkan dengan lantunan selawat dan hiburan musik Islami Balasik. Memasuki agenda inti, seluruh jamaah melangsungkan pembacaan tahlil bersama guna mendoakan para muassis (pendiri) NU dan pejuang GP Ansor.
Setelah penyampaian arahan Ketua Ansor dan wejangan dari jajaran PCNU, kegiatan dilanjutkan dengan tertib administrasi organisasi, yakni penyerahan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepada sejumlah Pengurus Ranting. Malam puncak tasyakuran akhirnya ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, doa bersama, serta ramah tamah antarkader.

