Blitar tidak hanya kaya akan wisata alam dan kuliner, tetapi juga menyimpan ratusan situs bersejarah peninggalan kerajaan masa lampau.
Hingga kini, Kabupaten Blitar bahkan dijuluki sebagai Bumi Seribu Candi karena banyaknya peninggalan masa Hindu-Buddha yang tersebar di berbagai kecamatan.
Berikut tujuh candi bersejarah di Blitar yang menjadi saksi kejayaan Majapahit dan Kadiri.
1. Candi Penataran
Berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Candi Penataran merupakan kompleks candi terluas dan termegah di Jawa Timur.
Candi yang dahulu disebut Candi Palah ini diperkirakan dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi dan terus digunakan hingga era Wikramawardhana dari Kerajaan Majapahit pada tahun 1415. Penemuan kembali candi ini terjadi pada tahun 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles.
2. Candi Sawentar
Candi Sawentar berada di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, dan merupakan candi bercorak Hindu peninggalan Majapahit.
Nama candi ini bahkan disebut dalam Kitab Negarakertagama dengan nama Lwa Wentar sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk. Lokasi ini diduga digunakan sebagai tempat penyembahan Dewa Siwa dan Wisnu.
3. Candi Simping
Candi yang juga dikenal sebagai Candi Sumberjati ini terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan.
Candi Simping memiliki nilai historis tinggi karena merupakan tempat pendharmaan Raden Wijaya, raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Majapahit. Meski saat ini hanya tersisa bagian fondasi, situs ini tetap menjadi simbol penting dalam sejarah berdirinya Majapahit.
4. Candi Kalicilik
Berlokasi di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Candi Kalicilik merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Hal ini terlihat dari tulisan tahun pada pintu masuk candi, yaitu 1271 Saka atau 1349 Masehi.
Bangunan candi ini tersusun dari bata merah dan batu andesit, dengan latar belakang Hindu-Siwa yang dibuktikan oleh penemuan arca Agastya.
5. Candi Gambar Wetan
Candi ini berlokasi di Dusun Gambar Anyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, tepat di pinggir tebing utara Sungai Lahar.
Berada di lereng selatan Gunung Kelud, Candi Gambar Wetan diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Hingga kini, candi ini masih dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk acara selamatan tradisi Jawa.
6. Candi Tepas
Candi Tepas merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben. Candi ini diperkirakan dibangun antara tahun 1322 hingga 1400 Masehi.
Keunikannya terletak pada penggunaan batu sebagai bahan utama, berbeda dengan kebanyakan candi Majapahit yang umumnya berbahan bata merah.
Hingga kini, Candi Tepas masih digunakan untuk berbagai kegiatan tradisi seperti nyadran dan bersih desa.
7. Candi Sirah Kencong
Candi yang ditemukan pertama kali pada tahun 1967 ini berada di Dusun Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Lokasinya unik karena terletak di tengah area perkebunan teh milik PTPN XII.
Candi Sirah Kencong terdiri dari tiga bangunan yang berderet menghadap ke barat, dengan struktur kaki dan badan candi yang masih dapat dinikmati pengunjung.
Mengunjungi candi-candi bersejarah di Blitar bukan sekadar wisata, tetapi juga perjalanan menyusuri jejak peradaban Nusantara. Setiap relief dan susunan batunya menyimpan cerita yang menanti untuk diceritakan kembali kepada generasi penerus.

