Film Leave the World Behind merupakan karya genre thriller bencana yang disutradarai oleh Sam Esmail. Esmail adalah alumni AFI Conservatory dan film ini terpilih sebagai pembuka gelaran AFI Fest ke-37 di TCL Chinese Theatre, Los Angeles.
Film ini tayang secara global di platform Netflix sejak 22 November 2023. Berdasarkan data statistik, film ini menempati posisi pertama secara global dengan total 41,7 juta penonton.
Jajaran pemeran utama melibatkan aktor pemenang Oscar Julia Roberts dan Mahershala Ali, serta nomine Oscar Ethan Hawke dan aktor Kevin Bacon. Produksi film ini melibatkan Barack dan Michelle Obama sebagai produser eksekutif melalui perusahaan Higher Ground Productions. Keterlibatan mereka difokuskan pada pengembangan karakter dan elemen bencana agar sesuai dengan materi asli novel.
Ringkasan Alur Cerita
Keluarga Amanda menyewa sebuah vila mewah di pinggiran kota untuk berlibur secara spontan. Namun, liburan mereka terganggu karena seluruh jaringan komunikasi seperti internet, televisi, dan telepon mati total. Situasi menjadi tegang saat pemilik asli rumah, G.H. (George) dan putrinya, Ruth, datang pada tengah malam. Mereka meminta izin menginap karena kekacauan komunikasi terjadi di seluruh negara bagian.
Kejadian aneh mulai muncul secara bertahap di sekitar lokasi. Terdapat suara kisi keras yang tak tertahankan hingga menyebabkan kaca retak. Kawanan rusa menunjukkan perilaku yang tidak normal. Selain itu, terjadi kecelakaan besar yang melibatkan kapal tanker minyak dan pesawat terbang yang jatuh dari langit.
Bencana Kemanusiaan dan Eskapisme
Film ini merupakan thriller bencana yang sengaja tidak memberikan jawaban pasti mengenai penyebab kekacauan. Fokus narasi adalah pada perilaku manusia saat menghadapi ketidakpastian informasi.
Karakter Amanda merepresentasikan sikap antisosial dengan kutipan kunci “I hate people”. Pertemuan dua keluarga memicu rasa saling curiga karena ketiadaan informasi yang akurat.
Ketegangan diperumit oleh prasangka rasial antara karakter Amanda dan Ruth. Prasangka ini tumbuh dari informasi dan konsumsi media yang mereka terima sebelum jaringan komunikasi terputus.
Dalam film menunjukkan bahwa manusia modern kehilangan kemampuan bertahan hidup dan arah tujuan ketika teknologi internet tidak lagi berfungsi.
Media dan seni digambarkan sebagai alat pelarian manusia dari kenyataan pahit. Karakter Rose memilih untuk abai terhadap masalah nyata demi menonton episode terakhir serial Friends. Eskapisme menjadi tidak sehat ketika seseorang memilih untuk tetap tinggal di dunia maya dan mengabaikan masalah di dunia nyata.
Daftar Peristiwa Nyata yang Menjadi Referensi
Alur cerita film ini merujuk pada enam peristiwa bencana aktual yang pernah terjadi di dunia nyata.
Kerusakan parsial reaktor nuklir di Pennsylvania yang menyebabkan kerugian pada ekonomi Amerika Serikat.
Serangan virus komputer masif pada tahun 2000 melalui email dengan subjek “ILOVEYOU”.
Gangguan kesehatan misterius di Havana, Kuba, pada tahun 2016 yang ditandai dengan gangguan pendengaran akibat suara kisi keras.
Peretasan komputer NASA oleh remaja bernama James Jonathan pada tahun 1999 yang mengakibatkan sistem mati selama beberapa minggu.
Kapal tanker minyak menabrak kediaman tepi laut di wilayah Istanbul, Turki, pada tahun 2018.
Referensi terhadap berbagai kecelakaan yang melibatkan mobil otomatis dengan teknologi kendali mandiri (self-driving).
Perbandingan Versi Film dan Novel
Terdapat perbedaan struktur cerita pada bagian akhir antara novel karya Rumaan Alam dan adaptasi film karya Sam Esmail. Contohnya pada nasib karakter, dalam versi novel, keluarga Clay dan G.H. bersatu kembali. Sedangkan dalam versi film, akhir cerita tidak memiliki kepastian apakah keluarga bersatu kembali atau tidak.
Perbedaan juga terlihat pada tindakan karakter Rose yang dalam versi novel berencana kembali ke rumah dengan membawa persediaan makanan dari bunker. Sedangkan dalam film, Rose justru fokus menonton episode terakhir serial Friends di dalam bunker dan abai dengan situasi luar.
Secara teknis, Leave the World Behind tidak mengikuti struktur sebab-akibat konvensional. Film ini lebih berfungsi sebagai media refleksi mengenai kerapuhan peradaban manusia yang sangat bergantung pada jaringan internet. Narasi film sengaja membiarkan penonton menebak penyebab bencana melalui teka-teki yang tersedia.