Jika kita berbicara tentang Kota Blitar, ingatan kita mungkin langsung tertuju pada sejarah besar Bung Karno atau suasananya yang tenang. Namun, bagi para pencinta kudapan tradisional, Blitar adalah rumah bagi warisan rasa yang tak lekang oleh waktu.
Salah satu primadonanya yang selalu berhasil menghadirkan kenangan manis adalah Opak Gambir.
Jajanan jadul ini adalah ikon kehangatan. Dahulu, ia merupakan suguhan wajib di meja tamu saat perayaan besar. Uniknya, meski kini mulai jarang ditemui sebagai hidangan toples di hari Lebaran, Opak Gambir justru bertransformasi menjadi buah tangan premium yang paling dicari wisatawan.
Bayangkan sensasi saat Anda memegang kepingannya yang sangat tipis dan rapuh, lalu mencium aroma harum wijen yang terpanggang sempurna. Begitu digigit krenyes! Tekstur renyahnya langsung pecah di mulut, disusul rasa manis-gurih yang memanjakan lidah. Benar-benar sebuah nostalgia yang tersaji dalam setiap gigitan.
Apa Itu Opak Gambir?
Opak Gambir adalah camilan tradisional berbahan dasar tepung yang diproses dengan cara dipanggang hingga tipis dan sangat renyah. Cita rasanya merupakan perpaduan harmonis antara manis alami dan gurihnya santan kelapa.
Anda bisa menemukan camilan ini dalam berbagai bentuk yang cantik.
Gulungan: Berbentuk silinder panjang yang rapi seperti cerutu.
Contong: Dibentuk menyerupai kerucut atau cone kecil.
Pipih: Berbentuk bulat tipis sederhana.
Namun, tahukah Anda bahwa di balik bentuknya yang beragam, ada filosofi mendalam?
Semua bentuk Opak Gambir selalu berawal dari lembaran bulat tipis. Bentuk bulat ini melambangkan keutuhan dan kebersamaan masyarakat Blitar.
Inilah mengapa Opak Gambir sering hadir dalam momen-momen sosial seperti hajatan atau syukuran, sebagai simbol pengikat silaturahmi yang utuh.
Bahan Baku Utama
Kunci kelezatan Opak Gambir terletak pada kesederhanaan bahan alami berkualitas. Sebagai seorang ahli kuliner, saya selalu mengagumi bagaimana para pengrajin di Blitar menolak penggunaan pemanis buatan demi menjaga keaslian rasa. Berikut adalah rahasia di balik dapur mereka.
Tepung Beras dan Tepung Ketan
Kombinasi ini menciptakan tekstur renyah yang langsung hancur namun tetap lembut, tidak keras di gigi.
Santan Kelapa
Memberikan creamy richness serta aroma gurih alami yang sangat kuat.
Gula Pasir atau Gula Kelapa
Sumber rasa manis alami yang legit.
Mentega dan Telur
Menambah gurih dan memperkaya tekstur adonan.
Wijen
Taburan khas yang memberikan sensasi nutty dan aroma harum yang menyerbak saat dipanggang.
Daun Pisang atau Cetakan Khusus
Secara tradisional, daun pisang sering digunakan sebagai alas atau perantara panas agar aroma bakaran lebih otentik, meski sekarang lebih banyak menggunakan cetakan besi khusus.
Jahe
Sering ditambahkan pada varian orisinal untuk memberikan sensasi hangat di tenggorokan.
Seni Handmade yang Membutuhkan Ketelatenan
Jika Anda berkunjung ke rumah produksi, Anda akan disambut oleh kepulan asap tipis dan panas kompor yang konsisten. Pembuatan Opak Gambir adalah seni yang menuntut kesabaran ekstra. Hingga detik ini, tidak ada mesin yang mampu menggantikan sentuhan tangan manusia (handmade).
Berikut adalah langkah-langkah manual yang harus dilakukan dengan sangat cepat.
- Bahan-bahan dicampur hingga menjadi adonan cair yang kental dan licin.
- Adonan dituangkan sesendok demi sesendok ke atas cetakan panas berbentuk pipih.
- Karena bentuknya yang sangat tipis, adonan hanya memerlukan waktu 1 hingga 3 menit di atas panas yang intens hingga matang kecokelatan.
- Ini adalah bagian tersulit. Begitu diangkat dari cetakan panas, adonan harus segera digulung atau dilipat saat itu juga. Jika terlambat satu detik saja, adonan akan mengeras dan patah saat dibentuk. Di sinilah ketelatenan tangan pengrajin diuji.
Inovasi Rasa: Dari Jahe Hingga Buah-Buahan Asli
Agar tetap relevan dengan selera modern, para pengrajin Blitar melakukan terobosan luar biasa. Salah satu tokoh inovatornya adalah Fikal Mazid, produsen asal Kelurahan Karangsari. Beliau menekankan bahwa rahasia keunggulan produknya terletak pada bahan aslinya. “Rasa buahnya asli dari buah, bukan sekadar perasa buah-buahan,” ungkap Fikal.
|
Varian Klasik |
Varian Inovasi Modern |
|
Original (Wijen) |
Nangka (dari sari buah asli) |
| Jahe (menghangatkan) |
Durian (aroma buah asli) |
|
Gula Kelapa |
Nanas |
|
Jambu |
|
|
Cokelat |
|
|
Pandan |
Varian rasa buah ini dibuat dengan mencampurkan ekstrak atau sari buah segar langsung ke dalam adonan utama, menghasilkan sensasi rasa yang segar dan tidak eneg.
Sentra Produksi dan Dampak Ekonomi di Blitar
Opak Gambir bukan sekadar camilan, melainkan penggerak roda ekonomi UMKM di Blitar. Ada dua lokasi yang bisa Anda kunjungi.
Kelurahan Karangsari (Kecamatan Sananwetan)
Tempat bermukimnya pengrajin inovatif seperti Fikal Mazid.
Kelurahan Plosokerep
Sentra produksi yang telah berkembang pesat selama lebih dari 10 tahun. Di sini terdapat sosok penting bernama Ibu Dian, pemilik Rumah Produksi Wijayakusuma yang beralamat di Jalan Kemuning No. 18. Sebagai ketua kelompok rumah produksi, Ibu Dian terus mendorong inovasi pemasaran.
Tips Menikmati dan Menyimpan Opak Gambir
Agar kelezatannya tetap terjaga, Anda bisa mengikuti tips berikut.
- Nikmati Opak Gambir bersama secangkir teh melati hangat atau kopi pahit. Perpaduan manis-gurih dari kue dengan aroma teh/kopi akan menciptakan harmoni rasa yang sempurna.
- Karena teksturnya sangat tipis, Opak Gambir mudah sekali menyerap kelembapan (melempem). Simpanlah dalam wadah yang tertutup sangat rapat agar kerenyahannya bertahan lama.
Warisan Rasa yang Tak Lekang oleh Waktu
Opak Gambir Blitar adalah bukti nyata bahwa kesederhanaan bahan lokal, jika diolah dengan ketulusan dan ketelatenan tangan, bisa menjadi karya kuliner yang luar biasa. Dari dapur Ibu Dian di Plosokerep hingga inovasi sari buah Fikal Mazid di Karangsari, jajanan ini terus bertahan melintasi zaman.
Mari kita terus mendukung UMKM lokal dengan menjadikan Opak Gambir sebagai oleh-oleh utama saat berkunjung ke Blitar. Dengan membeli produk asli mereka, kita turut menjaga agar warisan kuliner Nusantara ini tetap bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Jangan lupa borong Opak Gambir saat singgah di Kota Patria ya!
Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

