Artikel
Beranda » Ngabuburit di Blitar: Berburu takjil dan suasana ramadan

Ngabuburit di Blitar: Berburu takjil dan suasana ramadan

(Foto: canva/@nugrohowahyuutomo)

Blitar – Bulan Ramadan membawa perubahan sgasana4di Blitar, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun kebiasaan kuliner.

Sejak pagi, kota ini terasa lebih tenang. Pasar dan warung makan cenderung lebih sepi dibanding hari-hari biasa. Masyarakat Blitar banyak yang memilih bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur. Setelah Subuh, sebagian warga melanjutkan aktivitas seperti biasa, baik bekerja maupun bersekolah.

Siang hari, suasana kota tetap tenang. Aktivitas perdagangan masih berlangsung, tetapi tidak seramai biasanya. Beberapa warung makan bahkan memilih buka lebih sore, menyesuaikan dengan waktu berbuka puasa.

Mengenal Ario Putra Bakti: Inovator muda dari SMKN 1 Blitar yang rambah bisnis NFT hingga bengkel motor

Saat sore tiba, kehidupan kembali ramai. Masyarakat mulai bersiap ngabuburit, sebuah tradisi khas Indonesia yang merujuk pada kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Di Blitar, ngabuburit sering diisi dengan berjalan-jalan, berkumpul bersama teman atau keluarga, hingga berburu takjil di berbagai pusat jajanan.

Beberapa lokasi favorit untuk berburu takjil di Blitar antara lain Pasar Legi, Alun-Alun Blitar, dan beberapa ruas jalan di pusat kota yang dipenuhi pedagang kaki lima.

Takjil yang dijajakan pun beragam, mulai dari makanan ringan hingga minuman segar yang cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Pemuda di Srengat Blitar dibawa polisi, belasan kilogram bubuk mercon disita

Berikut ini beberapa menit kecil yang sering dicari oleh masyarakat Blitar:

1. Es Dawet

Minuman ini terbuat dari dawet hijau yang disajikan dengan santan dan gula merah cair. Rasanya manis dan menyegarkan, cocok untuk menghilangkan dahaga setelah berpuasa.

Es dawet khas Blitar: kesegaran legendaris di kala cuaca panas

2. Kolak Pisang

Takjil khas Ramadan ini sering dipadukan dengan ubi dan kolang-kaling yang dimasak dalam kuah santan manis.

3. Jenang Grendul

Perkuat mitigasi di pesantren, LPBI NU Kabupaten Blitar edukasi santri Fajru Salam hadapi ancaman banjir dan longsor

Jajanan khas Jawa ini terbuat dari bola-bola tepung ketan yang kenyal, disajikan dengan kuah santan dan gula merah.

4. Es Kuwut

Minuman segar berbahan sirup melon, nata de coco, selasih, dan serutan melon. Dikemas dalam plastik atau gelas plastik, es kuwut selalu jadi favorit warga Blitar saat Ramadan.

Berikan apresiasi, pengajar PP Fajru Salam Aceh Tamiang ini sampaikan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Blitar

5. Gorengan

Pisang goreng, tahu isi, bakwan, dan lumpia menjadi pilihan takjil yang selalu laris manis.

6. Bubur Sumsum

Tuntaskan 6 program utama, NU Peduli Kabupaten Blitar perkuat ketahanan sosial dan spiritual di Aceh Tamiang

Bubur yang gurih dan lembut dengan siraman gula merah ini juga menjadi salah satu takjil favorit masyarakat Blitar.

Tradisi ngabuburit dan berburu takjil di Blitar bukan sekadar mencari makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga momen kebersamaan yang menambah semarak Ramadan.

Suasana sore yang ramai dengan pedagang dan pembeli, serta aneka takjil yang menggoda selera, membuat Ramadan di Blitar semakin berkesan.

Santri harus melek digital, Mas Sulkhan ajak santri PP Fajru Salam Aceh Tamiang warnai media sosial

Bagi Anda yang ingin menikmati berbagai takjil khas Blitar, jangan lupa mampir ke pusat jajanan atau bazar Ramadan terdekat saat sore hari. Selamat menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan!

×