Artikel Feature
Beranda » Kami mewawancarai M. ‘Ucok’ Arifin, mantan striker andalan PSBI Blitar

Kami mewawancarai M. ‘Ucok’ Arifin, mantan striker andalan PSBI Blitar

M. ‘Ucok’ Arifin saat bermain sepakbola.
M. ‘Ucok’ Arifin saat bermain sepakbola. (Dok. Pribadi)

Blitar – Bagi pecinta PSBI Blitar, nama Ucok Arifin tentu tidak asing di telinga. Pria yang lekat dengan nomor punggung 9 ini menjadi predator berbahaya pada zamannya.

Sabtu, 21 Juni 2025, kami mewawancarai pria yang memiliki nama asli M. Arifin ini. Dia menceritakan awal mula karirnya di PSBI Blitar dan kesibukannya saat ini.

Mas, boleh diceritakan awal mula, kok bisa bermain untuk PSBI Blitar?

PMII Pusat STITMA Blitar cetak kader next level lewat pelatihan public speaking, siapkan generasi pergerakan modern berbasis pesantren

Saya dulu sebelum ikut PSBI, saya ke Persema dulu. Dua musim di Persema, setelah itu saya ikut seleksi ke luar kota, ke Gresik.

Tidak jadi, akhirnya pelatih saya dulu di SSB Arema Indonesia, lalu saya disuruh berangkat ke Blitar. Alhamdulillah setelah diseleksi saya diterima. Saya masuk ke PSBI itu awal 2006.

Apa yang spesial dari PSBI Blitar? Karena yang saya tahu Mas bukan asli orang Blitar.

Polemik “Blitar Djadoel 2026”: Pemkot Blitar terlalu sibuk mengejar event di tengah efisiensi anggaran

Semuanya spesial mas. Karena hiruk pikuk kehidupan di sepak bola ada suka ada duka. Dulu waktu saya masih di PSBI, mulai dari nol. Mulai dari divisi tiga nasional dulu setelah itu naik kasta, tiap tahun naik kasta sampai kasta kedua dari liga.

Apa pertandingan paling memorable saat bermain untuk PSBI Blitar?

Kalau pertandingan yang paling mengesankan, mas. Semua pertandingan pasti ada yang mengesankan, ada senang, ada duka, semua pasti ada, semua pertandingan itu.

KOPRI PC PMII Blitar bekali kader bangun narasi perempuan lewat “Women’s Narrative School”

Paling susah itu saat kita main ke luar mas. Dulu ada lawan Persiko Kota Baru, pertandingan pas penentuan naik ke Liga 2 kalau tidak salah. Di sana sampai ngeri mas. Sampai ngeri lah. Seru sekali, daripada main sepak bola sekarang masih enak.

Kalau boleh tahu, apa kesibukan hari ini setelah tidak lagi bermain bola?

Saya untuk kesibukan hari ini setelah berhenti bermain bola, saya buka usaha sendiri, jual kue basah di rumah. Setelah itu dikirim. Itu kesibukan setelah main bola.

Sinkronkan program kerja, KOPRI PC PMII Blitar gelar konsolidasi berkala bersama pengurus KOPRI komisariat dan rayon

Berita Terkait

×