Artikel Berita

Kisah pemberontakan PETA Blitar yang dipimpin Supriyadi

Kisah pemberontakan PETA Blitar yang dipimpin Supriyadi
Ilustrasi AI/Bicarablitar.com

Blitar – Kisah pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar yang dipimpin Shodanco Supriyadi menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 14 Februari 1945, ketika pasukan PETA melancarkan perlawanan terbuka terhadap tentara pendudukan Jepang.

Pemberontakan ini dilatarbelakangi ketidakpuasan para prajurit PETA terhadap perlakuan tentara Jepang yang dinilai semena-mena, termasuk praktik kerja paksa atau romusha yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia pada masa itu. Supriyadi sebagai pemimpin pasukan memutuskan mengambil sikap tegas melawan ketidakadilan tersebut.

Jalannya pemberontakan

Pada hari yang telah ditentukan, pasukan PETA di bawah komando Supriyadi mengangkat senjata dan menyerang instalasi militer Jepang di kawasan Blitar. Aksi ini menjadi salah satu perlawanan bersenjata terbesar yang dilakukan pasukan lokal terhadap penjajah Jepang sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Peta Kabupaten Blitar, mengenal wilayah administratif dengan 22 kecamatan yang beragam

Meski akhirnya pemberontakan ini berhasil dipadamkan oleh tentara Jepang dan banyak prajurit PETA yang ditangkap serta menjalani hukuman berat, keberanian yang ditunjukkan Supriyadi beserta pasukannya menjadi inspirasi besar bagi semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Warisan sejarah yang terus dikenang

Sosok Supriyadi hingga kini terus dikenang sebagai simbol keberanian rakyat Indonesia melawan penjajahan. Museum PETA di Blitar didedikasikan khusus untuk mengabadikan kisah perjuangan Supriyadi dan pasukannya yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Kisah pemberontakan PETA Blitar menjadi bagian penting kurikulum sejarah yang diajarkan kepada generasi muda Indonesia, mengajarkan nilai keberanian dan cinta tanah air yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Pahlawan Supriyadi Blitar, jejak perjuangan Shodanco PETA melawan penjajahan Jepang

Berita Terkait

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×