Berita

Pahlawan Supriyadi Blitar, jejak perjuangan Shodanco PETA melawan penjajahan Jepang

Pemberontakan PETA di Blitar, perlawanan Shodanco Supriyadi terhadap Jepang
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Nama Supriyadi menjadi salah satu tokoh pahlawan yang sangat dikenang dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Blitar. Sebagai Shodanco atau komandan peleton dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA), Supriyadi memimpin salah satu pemberontakan paling terkenal melawan penjajahan Jepang yang terjadi di Blitar pada tahun 1945.

Pemberontakan yang dipimpin Supriyadi terjadi pada 14 Februari 1945, ketika pasukan PETA di Blitar melancarkan perlawanan terhadap tentara pendudukan Jepang. Aksi heroik ini menjadi salah satu perlawanan bersenjata terbesar yang dilakukan oleh pasukan lokal terhadap penjajah Jepang sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia diproklamasikan beberapa bulan setelahnya.

Latar belakang pemberontakan PETA Blitar

Pemberontakan PETA di Blitar dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan para prajurit PETA terhadap perlakuan tentara Jepang yang dinilai semena-mena dan menindas rakyat Indonesia, termasuk praktik kerja paksa atau romusha yang sangat menyengsarakan masyarakat pada masa itu. Supriyadi sebagai pemimpin pasukan memutuskan mengambil sikap tegas melawan ketidakadilan tersebut.

Tugu PETA, monumen pengingat perjuangan pahlawan Blitar

Meski akhirnya pemberontakan ini berhasil dipadamkan oleh tentara Jepang dan banyak prajurit PETA yang ditangkap serta dieksekusi, keberanian dan semangat perjuangan yang ditunjukkan Supriyadi beserta pasukannya menjadi inspirasi besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang kemudian terwujud pada 17 Agustus 1945.

Warisan sejarah yang terus dikenang

Sosok Supriyadi hingga kini terus dikenang sebagai simbol keberanian dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan. Berbagai monumen dan museum di Blitar, termasuk Museum PETA, didedikasikan untuk mengabadikan kisah perjuangan Supriyadi dan pasukan PETA yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Kisah Supriyadi menjadi bagian penting dari kurikulum sejarah yang diajarkan kepada generasi muda Indonesia, khususnya di Blitar. Semangat perjuangan dan pengorbanan yang ditunjukkannya menjadi teladan berharga tentang arti keberanian dan cinta tanah air yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa hingga saat ini.

Fakta Sejarah, Blitar Jadi Saksi Pemberontakan PETA 1945

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×