Artikel Pop Culture

Sepak Bola Selalu dan Gerilya, dua wajah Over Distortion dalam bermusik

Sepak Bola Selalu dan Gerilya, dua wajah Over Distortion dalam bermusik
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Selain dikenal sebagai band hardcore punk yang lantang menyuarakan kritik, Over Distortion juga menunjukkan sisi lain dalam katalog karya mereka. Dua di antaranya adalah lagu bertajuk ‘Sepak Bola Selalu’ dan ‘Gerilya’, yang menampilkan pendekatan tema berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya.

‘Sepak Bola Selalu’ mengangkat fenomena budaya sepak bola yang lekat dengan kehidupan anak muda Indonesia, sementara ‘Gerilya’ lebih berbicara soal pergolakan batin dan perjuangan personal. Kombinasi tema ini menunjukkan bahwa Over Distortion tidak melulu terpaku pada isu sosial-politik semata.

Semangat solidaritas dalam setiap lirik

Karya lain seperti ’10 Tahun di Barisan’ dan ‘Nada Sumbang Untuk Kawan’ menonjolkan chorus yang anthemic dengan tema solidaritas pertemanan, khas budaya hardcore punk yang menjunjung tinggi kebersamaan komunitas atau yang biasa disebut scene.

SATCF, band punk rock Malang yang rilis singel bertepatan Hari Kemerdekaan

Pendekatan lirik yang variatif ini membuat Over Distortion tetap relevan di telinga penggemar lama sekaligus menjangkau pendengar baru yang mungkin belum familiar dengan genre hardcore punk secara keseluruhan.

Fakta unik

Fakta menarik, lagu ‘Roman Di Batas Pandang’ dari Over Distortion menghadirkan nuansa yang lebih personal dan puitis, menunjukkan fleksibilitas band ini dalam mengeksplorasi tema di luar pakem hardcore punk yang biasanya identik dengan kemarahan dan protes.

Adhitia Sofyan rayakan hampir dua dekade bermusik lewat showcase After All This Time 2.0
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×