Blitar – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi titik awal baru bagi Pengurus Komisariat (PK) PMII Pusat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahudin Ahmad (STITMA) Blitar.
Hal ini ditandai dengan pelantikan pengurus baru yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Aula Kampus STITMA, Sumberjo, Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Mengusung tema “Transformasi Mentalitas dari Sekedar Mengikuti menjadi Berkontribusi”, kegiatan ini tidak hanya seremoni semata, melainkan penegasan arah gerak organisasi untuk lebih progresif dan berdampak di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Ketua terlantik PK PMII Pusat STITMA, M. Fatkur Rokim, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah langkah awal untuk membangun gerakan yang lebih aktif dan berorientasi pada perubahan nyata.
“Pelantikan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari gerakan yang progresif. Kami siap membawa transformasi positif bagi pergerakan PMII di kampus STITMA,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, menekankan pentingnya menjadikan momentum Harlah sebagai refleksi organisasi. Menurutnya, sejarah panjang PMII harus menjadi pijakan dalam merumuskan gerakan yang relevan dengan tantangan zaman.
“Momentum Harlah ini harus menjadi refleksi bersama. PMII Pusat STITMA harus terus berbenah dengan tetap membawa nilai dan sejarah perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ungkapnya.
Dukungan terhadap penguatan organisasi juga datang dari Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) STITMA, Ahmad Izzudin. Ia mendorong adanya perubahan besar dalam tubuh komisariat, terutama dalam membangun sinergi dengan pihak kampus.
“PMII STITMA harus berani melakukan lompatan perubahan. Sinergi dengan kampus justru menjadi peluang besar untuk menyuburkan gerakan PMII secara lebih masif,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua STITMA Blitar, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd. Ia menyatakan bahwa kampus membuka ruang seluas-luasnya bagi PMII untuk melakukan proses kaderisasi yang intensif dan berkelanjutan.
“Kampus memberikan kesempatan penuh kepada PMII untuk masuk dan melakukan pengkaderan secara masif. Apalagi sudah ada MoU antara PC PMII Blitar dengan STITMA, ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan gerakan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran PMII Pusat tidak hanya sebatas seperti organisasi intra kampus, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam pengembangan institusi, termasuk dalam menarik minat calon mahasiswa baru.
“PMII Pusat STITMA harus ikut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah mahasiswa. Mengingat STITMA merupakan salah satu kampus yang sedang berkembang di Blitar Raya,” tambahnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa PMII Pusat STITMA tidak lagi berada pada fase pasif, melainkan siap bergerak aktif sebagai motor perubahan.
Dengan semangat Harlah ke-66, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi mampu menciptakan dampak nyata bagi kampus dan masyarakat luas.

