Artikel
Beranda » Mengunjungi Istana Gebang: Menyusuri jejak sejarah di Blitar

Mengunjungi Istana Gebang: Menyusuri jejak sejarah di Blitar

Inilah bangunan Istana Gebang di Kota Blitar.
Inilah bangunan Istana Gebang di Kota Blitar. (Foto: Pemkot Blitar)

Blitar – Jika kamu sedang mencari destinasi wisata bersejarah di Blitar, Istana Gebang adalah tempat yang tak boleh dilewatkan. Berlokasi di Jl. Sultan Agung No.59, Sananwetan, tempat ini menyimpan banyak kenangan masa kecil Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Istana Gebang merupakan rumah masa kecil Bung Karno, dan hingga kini masih terawat dengan baik. Mengunjungi tempat ini seperti menyusuri lorong waktu ke masa lalu.

Setiap sudut rumah ini memancarkan aura sejarah yang kental. Dari ruang tamu, kamar tidur Bung Karno, hingga ruang keluarga dan ruang makan, semuanya menyimpan cerita tentang kehidupan keluarga Soekarno.

PMII Pusat STITMA Blitar cetak kader next level lewat pelatihan public speaking, siapkan generasi pergerakan modern berbasis pesantren

Tempat ini sangat mudah diakses dan menyediakan lahan parkir yang luas. Bahkan ada pujasera di dekat area parkir yang menawarkan berbagai pilihan makanan dengan harga terjangkau.

Harga tiket masuknya pun sangat ramah di kantong, hanya Rp4.000 per orang, dan biaya parkir mobil Rp12.000. Saat masuk, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan menyimpannya di tas khusus yang disediakan, sehingga rumah tetap terjaga kebersihannya.

Di dalam rumah, terdapat pemandu yang siap menceritakan kisah-kisah menarik tentang sejarah rumah ini dan perjalanan hidup Soekarno. Pengunjung juga dapat melihat koleksi foto-foto bersejarah yang menghiasi dinding rumah, serta berbagai benda peninggalan keluarga Bung Karno.

Menelisik sejarah gagasan perubahan nama PMII menjadi PMRI pada kongres IX Surabaya 1988

Istana Gebang bukan hanya tempat wisata, tetapi juga sarana edukasi yang cocok untuk semua kalangan, termasuk anak-anak.

Mereka dapat belajar banyak tentang sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi Istana Gebang dan menikmati perjalanan sejarah yang memukau di Kota Blitar.

Polemik “Blitar Djadoel 2026”: Pemkot Blitar terlalu sibuk mengejar event di tengah efisiensi anggaran

Berita Terkait

×