Artikel Berita
Beranda » Lawan dominasi konten negatif, GP Ansor Blitar perkuat pasukan siber dan literasi digital

Lawan dominasi konten negatif, GP Ansor Blitar perkuat pasukan siber dan literasi digital

Peserta Kopdar Badan Siber Ansor dari seluruh PAC, bersama narasumber Cyber Security Education. (Dok. Badan Cyber NU)

Blitar – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blitar melakukan langkah taktis untuk merebut ruang digital.

Melalui Bidang Inovasi dan Media Siber, mereka menggelar Kopdar Badan Siber Ansor (BSA) dan Cyber Security Education di Graha NU Kabupaten Blitar, Minggu, (1/2/2026).

Agenda ini bertujuan memperkuat ketahanan digital sekaligus mengonsolidasikan ketua BSA di tingkat kecamatan.

Polemik “Blitar Djadoel 2026”: Pemkot Blitar terlalu sibuk mengejar event di tengah efisiensi anggaran

​Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Blitar Bidang Inovasi dan Siber, Amarullah Abas, menyoroti ketimpangan narasi di dunia maya.

Ia merasa prihatin terhadap masifnya syiar konten negatif yang dilakukan secara terorganisir, sementara kelompok moderat cenderung pasif.

​”Kegiatan yang konotasinya kurang baik, mereka syiarkan dengan luar biasa. Sedangkan kita yang benar-benar baik, justru awak dewe (kita sendiri) malah tidak peduli,” ujar Abas.

KOPRI PC PMII Blitar bekali kader bangun narasi perempuan lewat “Women’s Narrative School”

Menurutnya, kesadaran kader untuk memuji dan menyebarkan konten positif harus ditingkatkan agar tidak kalah oleh dominasi konten yang destruktif.

​Gayung bersambut, langkah Ansor ini mendapat dukungan penuh dari induk organisasi.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Blitar, Latif Najibullah, menilai inisiatif ini sebagai jawaban atas minimnya literasi digital di kalangan warga Nahdliyin.

Sinkronkan program kerja, KOPRI PC PMII Blitar gelar konsolidasi berkala bersama pengurus KOPRI komisariat dan rayon

Ia menegaskan bahwa pengelolaan media kini merupakan sebuah keniscayaan, baik untuk kepentingan dakwah maupun ekonomi.

​“Generasi yang melek teknologi hanya sedikit dari kalangan sesepuh. Artinya, pemuda harus tanggap menerjemahkan kehendak Masyayikh NU ke dalam berbagai bentuk media yang mudah diterima umat,” kata Latif.

Ia menyebut penguasaan media adalah ujung tombak dakwah yang tidak bisa ditawar lagi.

KOPRI PC PMII Blitar gelar KOPRI TALK, bahas feminisme dan kepemimpinan perempuan dalam gerakan

​Sebagai langkah konkret penguatan kapasitas, GP Ansor menggandeng APAC Cybersecurity Fund dan Mien R Uno Foundation untuk membekali kader dengan materi keamanan siber.

Selain itu, ditandatangani pula sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) strategis.

Di antaranya dengan PT Parelabs untuk kecakapan bahasa asing, International Robotic Training and Competition untuk pelatihan Robotik dan AI (Artificial Intelligence), serta Pertakina Foundation untuk pelatihan kerja skala internasional.

Pemkot Blitar libatkan Linmas Sananwetan dalam pemberantasan rokok ilegal, DBHCHT disebut berdampak langsung bagi masyarakat

​Melalui kolaborasi lintas sektor ini, GP Ansor Blitar berupaya mencetak kader yang tidak hanya ahli dalam membentengi ideologi di ruang siber, tetapi juga memiliki keahlian teknis yang kompetitif di pasar kerja global.

Berita Terkait

×