Artikel Berita
Beranda » KOPRI PC PMII Blitar gelar KOPRI TALK, bahas feminisme dan kepemimpinan perempuan dalam gerakan

KOPRI PC PMII Blitar gelar KOPRI TALK, bahas feminisme dan kepemimpinan perempuan dalam gerakan

Foto: Kegiatan "KOPRI TALK" oleh KOPRI PC PMII Blitar. Dok. KOPRI PC PMII Blitar.

Blitar-Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Blitar kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kapasitas kader perempuan melalui forum diskusi bertajuk KOPRI TALK dengan tema “Menguatkan Perspektif Feminisme dan Kepemimpinan dalam Gerakan KOPRI”.

Kegiatan ini digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di Graha Pendopo Islam Nusantara Lt. 2 (Sekretariat PC PMII Blitar), Sekardangan, Papungan, Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Acara tersebut menjadi ruang intelektual bagi kader-kader KOPRI untuk memperdalam wacana feminisme sekaligus merefleksikan peran strategis perempuan dalam gerakan organisasi mahasiswa Islam.

Pemkot Blitar libatkan Linmas Sananwetan dalam pemberantasan rokok ilegal, DBHCHT disebut berdampak langsung bagi masyarakat

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, isu kepemimpinan perempuan dinilai merupakan kebutuhan nyata dalam penguatan gerakan kaderisasi.

Kegiatan dibuka oleh Ketua KOPRI PC PMII Blitar, Laila Mufidah, S.Pd. Dalam sambutannya, Laila menekankan bahwa feminisme yang diperjuangkan KOPRI bukanlah gerakan yang mempertentangkan perempuan dan laki-laki, melainkan gerakan kesadaran untuk menghadirkan keadilan, kesetaraan dan ruang partisipasi yang sehat bagi perempuan.

“Feminisme dalam perspektif KOPRI bukan tentang dominasi satu gender atas gender lain, tetapi tentang bagaimana perempuan memiliki keberanian untuk berpikir kritis, bersuara serta mengambil peran strategis dalam ruang-ruang pengambilan keputusan. KOPRI harus menjadi ruang aman sekaligus ruang tumbuh bagi kader perempuan,” ujarnya.

Satpol PP Kota Blitar gandeng polisi, TNI, dan linmas perkuat sinergi berantas rokok ilegal di Kota Blitar

Menurutnya, penguatan perspektif feminisme penting agar kader KOPRI tidak hanya aktif dalam aktivitas organisatoris, tetapi juga memiliki landasan ideologis yang kokoh dalam membaca problem sosial, khususnya persoalan yang berkaitan dengan perempuan.

Setelah sesi pembukaan, forum dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber utama, Hinayu Diniatul Fahma, S.Kom yang merupakan mantan Ketua KOPRI PC PMII Blitar periode 2022–2023.

Dalam penyampaiannya, Fahma mengajak peserta untuk memahami feminisme secara lebih substansial dan tidak terjebak pada stigma yang kerap berkembang di masyarakat.

Workshop “Etika dan Kampanye Media Digital Inklusif” dorong ruang digital yang lebih berkeadaban dan ramah kesehatan mental

Ia menilai masih banyak kesalahpahaman mengenai feminisme, terutama anggapan bahwa feminisme identik dengan penolakan terhadap nilai-nilai agama atau budaya.

Padahal, menurutnya, feminisme dalam konteks gerakan KOPRI justru dapat berjalan selaras dengan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi basis gerakan PMII.

“Kita harus berhenti melihat feminisme sebagai istilah yang menakutkan. Feminisme pada dasarnya adalah kesadaran untuk menolak ketidakadilan. Dalam gerakan KOPRI, perspektif ini penting agar kader perempuan mampu membaca struktur sosial yang sering kali menempatkan perempuan pada posisi subordinat,” terangnya.

PKL III PC PMII Blitar 2026 resmi dibuka, teguhkan ijtihad kader dalam membangun nalar ekologi dan kedaulatan kearifan lokal

Fahma juga menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan yang berbasis kompetensi dan integritas. Menurutnya, perempuan dalam organisasi tidak cukup hanya hadir sebagai pelengkap struktur, tetapi harus mampu menjadi aktor utama yang menentukan arah gerakan.

“Kepemimpinan perempuan tidak hanya soal representasi jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana perempuan hadir sebagai pengambil keputusan, pembuat kebijakan, sekaligus penggerak perubahan. Kader KOPRI harus percaya bahwa mereka punya kapasitas untuk memimpin,” tambahnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan mencuat, mulai dari tantangan kader perempuan di organisasi, stereotip sosial terhadap perempuan yang aktif di ruang publik, hingga strategi membangun kepemimpinan yang transformatif.

Satpol PP Kabupaten Blitar ajak warga turut serta awasi rokok ilegal: Lapor jika menemukan

Melalui KOPRI TALK, KOPRI PC PMII Blitar menunjukkan bahwa gerakan perempuan di lingkungan mahasiswa Islam terus berkembang menuju ruang diskusi yang lebih progresif dan kritis.

Forum ini menjadi penanda bahwa kader perempuan PMII tidak hanya bergerak dalam agenda kaderisasi formal, tetapi juga aktif membangun kesadaran intelektual mengenai isu-isu strategis perempuan dan bergerak membawa gagasan perubahan.

PMII Rayon Ekonomi Unisba Blitar gelar Talk Show Kelas Ekonomi Vol. 2, cetak wirausahawan cerdas dan investor muda masa depan

Berita Terkait

×