BLITAR-Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) Ekonomi Komisariat Madjapahit menggelar Workshop Digital Journalism & Visual Communication bertema “Manifesting Pergerakan: Mengasah Nilai Kritis dan Kreativitas Visual dalam Mengawal Narasi Organisasi” di Pendopo Islam Nusantara (Pinus), Pada hari Kamis, 14 Mei 2026.
Ketua Rayon Ekonomi, M. Risko Saputra, menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi langkah pengembangan potensi kader dalam bidang jurnalistik dan media digital.
“Pelatihan ini penting untuk mengembangkan potensi kader. Harapannya, kader mampu menulis narasi yang kuat sehingga pesan dan pergerakan organisasi dapat tersampaikan dengan baik kepada publik,” katanya.
Workshop menghadirkan PKC PMII Jatim (Bidang Politik, Kebijakan Publik, Ketahanan Regional) M. Toha Ma’ruf S.P sebagai pemateri utama. Dalam penyampaian materinya, Toha membahas pentingnya kemampuan jurnalistik digital, penguatan narasi organisasi, hingga pemanfaatan komunikasi visual di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Menurut Toha, kader organisasi harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), sebagai sarana pendukung dalam proses penulisan jurnalistik dan pengelolaan media organisasi.
“Mengikuti perkembangan zaman saat ini yang ditandai pesatnya adopsi AI, kita harus mampu manfaatkan AI guna bantu tugas kita, khususnya pembuatan artikel serta desain grafis,” kata Toha saat sesi materi.
Ia menambahkan, penggunaan AI tetap memerlukan kemampuan berpikir kritis dan penyusunan prompt yang tepat agar hasil tulisan sesuai dengan kebutuhan penulis dan tidak kehilangan nilai analisis.
Setelah sesi pemaparan materi, peserta diminta melakukan praktik penulisan jurnalistik singkat menggunakan AI yang mereka ketahui. Hasil tulisan kemudian direview langsung oleh pemateri untuk melihat ketepatan penyusunan prompt serta kualitas isi artikel yang dibuat peserta.
Melalui workshop ini, kader diharapkan mampu meningkatkan kemampuan jurnalistik digital sekaligus memanfaatkan media dan teknologi secara kreatif, kritis, serta bertanggung jawab dalam mengawal narasi organisasi.

