Blitar, 13 Mei 2026-Pemerintah Kabupaten Blitar resmi mengukuhkan pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mandiri. Acara yang digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro pada Selasa (12 Mei 2026) ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kelembagaan petani di Bumi Bung Karno.
Acara pengukuhan dihadiri langsung oleh Bupati Blitar H. Rijanto bersama Wakil Bupati Blitar H. Beki Herdihansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran pimpinan daerah tertinggi menunjukkan komitmen serius Pemkab Blitar dalam mendorong sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan harapan besar terhadap Gapoktan Karya Tani Mandiri. Ia berharap organisasi ini mampu menjadi motor penggerak pertanian modern, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta memperkuat kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan saat ini, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan keterbatasan lahan.
“Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kolaborasi antar kelompok tani, serta mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Blitar,” ungkap Bupati Rijanto.
Potensi Pertanian Blitar yang Besar
Kabupaten Blitar memang memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Pada tahun 2025 lalu, luas tanam padi mencapai 45.760 hektar dengan produksi gabah kering giling sebesar 223.269 ton. Angka ini menjadikan Blitar salah satu lumbung pangan penting di Jawa Timur.
Namun, potensi tersebut masih perlu dioptimalkan. Gapoktan Karya Tani Mandiri diharapkan dapat menjadi wadah bagi kelompok tani untuk bersinergi, mulai dari pengelolaan lahan, pemilihan benih unggul, hingga pemasaran hasil panen.
Dengan kelembagaan yang lebih kuat, petani diharapkan tidak lagi menjual gabah secara individu dengan harga rendah, melainkan bisa melakukan tawar-menawar yang lebih baik melalui skala ekonomi yang lebih besar.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan. Selain ancaman El Nino yang sempat menjadi perhatian pada awal 2026, petani juga dihadapkan pada mahalnya pupuk kimia dan minimnya regenerasi petani muda.
Bupati Rijanto menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik, pemanfaatan teknologi pertanian modern (seperti drone pemantauan lahan dan sistem irigasi pintar), serta mendorong lahirnya generasi muda petani modern.
Gapoktan Karya Tani Mandiri diharapkan dapat menjadi pionir dalam hal ini. Beberapa program yang bisa dikembangkan antara lain:
– Pelatihan dan pendampingan petani tentang pertanian organik dan ramah lingkungan
– Pembentukan usaha bersama (UE) untuk pengolahan hasil panen
– Kerja sama dengan off-taker (pembeli besar) agar harga hasil panen lebih stabil
– Penyuluhan dan pendampingan penggunaan aplikasi digital pertanian
Dampak Sosial-Ekonomi bagi Masyarakat
Keberadaan Gapoktan yang kuat tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga pada kesejahteraan sosial masyarakat pedesaan. Dengan meningkatnya pendapatan petani, diharapkan angka kemiskinan di wilayah pedesaan dapat terus ditekan. Selain itu, program ini sejalan dengan berbagai inisiatif Dinas Sosial Kabupaten Blitar dalam pemberdayaan masyarakat.
Petani yang sejahtera juga akan berdampak positif pada sektor lain, seperti pendidikan anak petani, kesehatan keluarga, hingga pengembangan desa wisata berbasis pertanian.
Pengukuhan ini juga menjadi sinyal bagi generasi muda Blitar bahwa sektor pertanian bukanlah pekerjaan kuno, melainkan sektor masa depan yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional dan inovatif.
Harapan ke Depan
Dengan dikukuhkannya pengurus baru Gapoktan Karya Tani Mandiri periode mendatang, Pemkab Blitar berharap seluruh pihak mulai dari petani, penyuluh pertanian, akademisi, hingga swasta dapat terus berkolaborasi. Hanya dengan sinergi yang kuat, sektor pertanian Blitar dapat semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Acara pengukuhan kemarin bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk mewujudkan Blitar yang lebih sejahtera melalui pertanian yang tangguh.
Blitar sebagai lumbung pangan Jawa Timur semakin nyata dengan langkah konkret seperti ini. Mari kita dukung para petani kita!
Sumber: Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Blitar

