Artikel Berita
Beranda » Mourinho Bersiap Kembali ke Real Madrid, Pérez Siapkan Revolusi Baru

Mourinho Bersiap Kembali ke Real Madrid, Pérez Siapkan Revolusi Baru

Jose Mourinho akan mengakhiri masa jabatannya yang kedua di Benfica sebelum kembali ke Real Madrid Sumber: Carlos Rodrigues/Getty Images

José Mourinho berada di ambang kepulangan sensasional ke Real Madrid setelah 13 tahun meninggalkan Santiago Bernabéu. Pelatih asal Portugal itu diperkirakan merampungkan detail akhir penunjukan seusai musim La Liga berakhir.

Saat ini Mourinho masih melatih Benfica, klub tempat ia memulai karier kepelatihan pada 2000. Meski belum terkalahkan di liga Portugal musim ini, Benfica justru berada di jalur finis posisi 3.

Pérez Pilih Mourinho

Florentino Pérez menjadikan Mourinho sebagai pilihan utama untuk memimpin proyek baru Madrid. Presiden berusia 79 tahun itu bahkan tampil agresif dalam konferensi pers terbaru dengan menyerang para pengkritiknya dan meminta dukungan baru dari anggota klub.

Drama Liga Champions: Bayern perkasa, Arsenal efisien, PSG mengamuk, Atletico lukai Barca

Madrid masih menyisakan 3 pertandingan liga musim ini. Mereka akan menghadapi Real Oviedo, Sevilla, dan Athletic Club.

Kembalinya Mourinho langsung memicu reaksi keras dari sejumlah legenda klub. Iker Casillas menjadi salah satu yang paling vokal dengan menyebut Xabi Alonso seharusnya tetap dipertahankan.

Kekuasaan Pérez Mulai Retak

Selama 23 dari 26 tahun terakhir, Pérez mengendalikan Real Madrid. Ia memenangi 4 pemilihan presiden terakhir tanpa lawan berkat syarat finansial yang sangat berat bagi kandidat lain, termasuk jaminan bank sekitar Rp2,016 triliun atau 125 juta euro.

PSG hancurkan Chelsea, Madrid singkirkan City, Arsenal melaju ke perempat final UCL

Namun fondasi kekuasaannya mulai goyah. Dalam 2 musim terakhir, Madrid gagal meraih trofi besar dan semakin tertinggal dalam persaingan finansial dengan klub-klub kaya Eropa.

Pérez mencoba mengejar ketertinggalan lewat proyek Liga Super Eropa dan renovasi Bernabéu senilai lebih dari Rp16,5 triliun atau 1 miliar euro. Ia juga membuka wacana privatisasi sebagian klub demi tambahan modal.

Ruang Ganti Memanas

Aurelien Tchouameni (kiri) dan Federico Valverde terlibat dalam insiden perkelahian di lapangan latihan Sumber: Getty Images/Getty Images

Situasi internal Madrid juga memburuk. Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni terlibat perkelahian dalam latihan hingga Valverde harus dibawa ke rumah sakit.

Konflik lain muncul antara Antonio Rüdiger dan Álvaro Carreras. Pérez disebut lebih marah karena kebocoran informasi ke publik dibanding insiden itu sendiri.

Madrid percaya Mourinho mampu mengembalikan kendali ruang ganti. Sepanjang kariernya, ia dikenal piawai mengelola konflik internal dan membangun otoritas kuat terhadap pemain.

Tantangan Vinícius dan Mbappé

Salah satu tantangan terbesar Mourinho diperkirakan datang dari Vinícius Júnior. Kontrak sang winger tinggal 12 bulan dan posisinya sangat kuat dalam negosiasi dengan klub.

Hubungan Vinícius dengan Mourinho juga dikabarkan tidak harmonis setelah insiden Gianluca Prestianni di play-off Liga Champions pada Februari lalu.

Persoalan lain datang dari Kylian Mbappé. Mourinho memiliki sejarah panjang dalam menangani superstar, dengan hasil yang tidak selalu mulus.

Beberapa pemain seperti John Terry, Zlatan Ibrahimović, dan Harry Kane memuji pendekatannya. Namun hubungan Mourinho dengan Paul Pogba dan Iker Casillas pernah berakhir buruk.

Misi Menghidupkan Madrid

Ketika pertama datang ke Madrid pada 2010, Mourinho membawa klub keluar dari krisis Liga Champions. Ia mengantar Los Blancos mencapai 3 semifinal beruntun dan memenangkan La Liga 2012 dengan 100 poin.

Gelar itu masih dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar di era dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola.

Kini Mourinho kembali dengan situasi berbeda. Ia datang sebagai pelatih senior yang mencoba membuktikan dirinya lagi setelah periode naik turun bersama Roma dan Fenerbahce.

Krisis Finansial Menghantui

Masalah terbesar Madrid justru berada di luar lapangan. Klub saat ini menanggung utang sekitar Rp33 triliun atau 2 miliar euro, termasuk biaya renovasi stadion dan berbagai kesepakatan jangka panjang.

Meski masih menghasilkan pemasukan tahunan lebih dari Rp16,5 triliun, cadangan kas Madrid dilaporkan turun hingga sekitar Rp45 miliar atau 3 juta euro.

Biaya operasional dan gaji pemain terus meningkat. Di saat bersamaan, ketergantungan klub terhadap pinjaman juga semakin besar.

Salah satu opsi yang mulai dibicarakan adalah penjualan sebagian kepemilikan klub. Langkah itu akan membutuhkan perubahan regulasi besar di Spanyol.

Di tengah tekanan finansial, konflik ruang ganti, dan tuntutan kembali berjaya, Madrid kini kembali berharap kepada José Mourinho.

×