Artikel Berita
Beranda » AMTI dorong peningkatan SDM Tulungagung, anggap perlu 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa

AMTI dorong peningkatan SDM Tulungagung, anggap perlu 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa

Roy Wahid Ilham (berbaju batik) saat berdiskusi dan menyerap aspirasi dari perwakilan mahasiswa, pelajar, dan organisasi pemuda Tulungagung. Dalam forum inilah gagasan mengenai 1.000 beasiswa ini ditekankan. (Foto: AMTI)

Tulungagung – Pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak seharusnya hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan harus menyentuh sisi fundamental, yakni kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Asosiasi Mahasiswa Tulungagung Indonesia (AMTI), Roy Wahid Ilham, dalam forum pemuda berperan di Tulungagung, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Roy menyoroti beban moral yang dipikul oleh generasi muda, mulai dari pemuda, dan mahasiswa dalam mengawal kualitas intelektual Kabupaten Tulungagung.

Dia menilai bahwa pemaknaan pembangunan yang selama ini condong ke arah fisik harus mulai diseimbangkan dengan investasi nyata pada manusia. Menurutnya, pemuda adalah motor penggerak perubahan yang harus dibekali kualifikasi mumpuni.

“Pemuda, mahasiswa, bahkan pelajar memiliki beban moral dalam pembangunan kualitas sumber daya manusianya. Pemaknaan pembangunan itu bukan cuma soal fisik semata,” ujarnya dalam kegiatan”Pemuda Berperan, Sadar Pembangunan Tulungagung” pas Selasa, 17 Maret 2026, Hall Narita Hotel Tulungagung.

Ia menyampaikan, gagasan mengenai perlunya menciptakan ekosistem daerah yang akomodatif terhadap inovasi dan pendidikan, guna transisi kepemimpinan daerah yang kompeten dan berdaya saing global di masa depan.

Usulan 1.000 kuota beasiswa untuk jenjang S1 hingga S3

Sebagai wujud nyata dorongan terhadap peningkatan kualitas SDM, dia yang juga berangkat dari latar belakang aktivis pemuda dan mahasiswa, mendesak adanya keberpihakan nyata dari para pemangku kepentingan (stakeholder) di Tulungagung. Ia secara spesifik mengusulkan pengadaan kuota beasiswa pendidikan yang masif bagi putra daerah.

Harapan besar yang disuarakannya adalah agar Pemerintah Daerah, sektor swasta, dan seluruh stakeholder terkait bisa bersinergi menyediakan sedikitnya 1.000 kuota beasiswa yang mencakup jenjang pendidikan Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), hingga Strata 3 (S3).

“Perlu adanya beasiswa untuk mendorong kualitas SDM di Tulungagung. Harapan kami, stakeholder bisa memberikan 1.000 kuota beasiswa untuk S1, S2, dan S3,” tegasnya.

Dia  menekankan, kebijakan pro-pendidikan dan pro-pemuda, seperti penyediaan beasiswa masif, adalah harga mati untuk menciptakan daya saing daerah yang lebih kuat.

“Saya yakin ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Tulungagung di berbagai sektor,” ujarnya.

Kegiatan “Pemuda Berperan, Sadar Pembangunan Tulungagung” pas Selasa, 17 Maret 2026, Hall Narita Hotel Tulungagung itu juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti, Anggota DPRD Tulungagung Rijal Abdulloh, Ketua IPNU Tulungagung Hasan Mushthofa, Ketua Santri Demokrasi Tulungagung Imam Mujib dan Ketua PMII Tulungagung M. Ahsanur Risqi. (Ko/blt)

×