Artikel Berita
Beranda » Perkuat mitigasi di pesantren, LPBI NU Kabupaten Blitar edukasi santri Fajru Salam hadapi ancaman banjir dan longsor

Perkuat mitigasi di pesantren, LPBI NU Kabupaten Blitar edukasi santri Fajru Salam hadapi ancaman banjir dan longsor

Kegiatan edukasi kesiap-siagaan bencana di PP Fajru Salam, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Menutup rangkaian misi kemanusiaan di Bumi Muda Sedia, tim relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar kembali menekankan pentingnya aspek preventif dalam menghadapi tantangan alam.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, Koordinator Relawan sekaligus Sekretaris LPBI NU Kabupaten Blitar, Anisatu Nadhiroh, memberikan pembekalan edukasi bencana kepada para santri di Pondok Pesantren (PP) Fajru Salam, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru.

Mengingat lokasi pesantren yang berada di wilayah rawan, materi yang disampaikan difokuskan pada kesiapsiagaan bencana, khususnya terkait ancaman banjir dan tanah longsor yang sering melanda wilayah Aceh Tamiang saat intensitas hujan tinggi.

Lewat dongeng sahabat Rasulullah, Kak Ami Blitar bersama ‘Dion’ bangun karakter spiritual santri di Menanggini Aceh Tamiang

Dalam paparannya, Anisatu Nadhiroh menguraikan secara teknis mengenai tanda-tanda alam sebelum terjadinya bencana serta langkah-langkah evakuasi mandiri yang harus dipahami oleh setiap santri. Ia menekankan bahwa lingkungan pesantren harus memiliki sistem kesiapsiagaan yang mandiri agar risiko kerugian dapat diminimalisir.

“Kami memberikan pemahaman mendalam mengenai karakteristik bencana banjir dan tanah longsor. Santri harus tahu apa yang harus dilakukan saat debit air sungai mulai naik atau saat melihat rekahan tanah di sekitar pemukiman. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi dampak risiko bencana di lingkungan pondok pesantren,” tegas Anisatu Nadhiroh.

Edukasi ini mencakup pengenalan jalur evakuasi, pengamanan dokumen penting, hingga cara memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Para santri PP Fajru Salam mengikuti jalannya sosialisasi dengan serius, mengingat ingatan akan banjir besar November tahun lalu masih sangat melekat dalam memori mereka.

Berikan apresiasi, pengajar PP Fajru Salam Aceh Tamiang ini sampaikan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Blitar

Anisatu juga menambahkan bahwa edukasi di pesantren sangat strategis karena santri dapat menjadi duta informasi bagi keluarga dan warga di desa asalnya masing-masing.

“Dengan membekali para santri, kita sebenarnya sedang membangun jaringan informan bencana yang luas. Kami berharap materi kesiapsiagaan ini tidak berhenti di sini, tetapi dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi komitmen terakhir dari LPBI NU Blitar sebelum mengakhiri masa penugasan 12 hari di Aceh Tamiang. Melalui pembekalan ini, diharapkan PP Fajru Salam tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga tangguh dan responsif terhadap ancaman bencana di masa depan. (nu/blt)

Tuntaskan 6 program utama, NU Peduli Kabupaten Blitar perkuat ketahanan sosial dan spiritual di Aceh Tamiang

Berita Terbaru

×