Artikel

Wisata sejarah Blitar, dari Candi Penataran sampai Makam Bung Karno

wisata sejarah blitar
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Sebagai kota kelahiran Proklamator RI Ir. Soekarno, Blitar menyimpan banyak jejak sejarah yang layak dijelajahi. Julukan Kota Patria dan Kota PETA pun tak lepas dari sejarah panjang perjuangan kemerdekaan yang erat kaitannya dengan daerah ini.

Destinasi paling ikonik tentu Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan. Kompleks ini menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI, dengan bangunan utama berbentuk joglo khas Jawa yang dilengkapi perpustakaan dan museum koleksi pribadi Bung Karno.

Tempat ini ramai dikunjungi peziarah sepanjang tahun, terutama saat momen Haul Bung Karno yang digelar setiap tahun. Suasana khidmat berpadu dengan arsitektur elegan membuat pengunjung serasa napak tilas perjalanan sang Proklamator.

Spot foto instagramable Blitar yang wajib masuk feed kamu

Candi Penataran juga jadi destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi. Kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur ini menampilkan kemegahan lewat tumpukan batu andesit yang tertata rapi, saksi bisu tiga kerajaan besar Nusantara.

Relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana menjadi daya tarik utama bagi pencinta wisata sejarah. Wisatawan juga bisa menemukan Prasasti Palah yang menyebutkan nama Mpu Amogeswara sebagai penulis naskah masa lampau di kompleks candi ini.

Di bagian belakang Candi Penataran, terdapat kolam petirtaan dengan air sangat jernih dan segar. Ikan-ikan berukuran besar bisa terlihat berenang lincah di sela-sela batu kuno, menambah kesan sakral kawasan ini.

Wisata baru Blitar 2026 yang lagi hits, dari Dunia Pelangi sampai Kali Talang

Istana Gebang di Kelurahan Sananwetan juga jadi saksi bisu masa kecil Bung Karno. Bangunan bersejarah ini menyimpan berbagai kisah tentang kehidupan keluarga Soekarno sebelum menjadi tokoh besar bangsa.

De Karanganjar Koffieplantage membawa pengunjung menyusuri era kolonial lewat perkebunan kopi bersejarah. Museum di kawasan ini memamerkan koleksi keris dan artefak milik bupati masa lampau, lengkap dengan replika kamar khusus tempat presiden Indonesia beristirahat saat berkunjung pada masa silam.

Selain situs-situs utama tersebut, Blitar juga memiliki puluhan candi kecil tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Candi Sawentar, Candi Kalicilik, hingga Candi Simping. Masing-masing menyimpan cerita sejarah tersendiri dari era Kerajaan Majapahit dan Kediri.

Grebeg Pancasila, tradisi tahunan Blitar peringati hari lahir Pancasila

Monumen simbol perdamaian dunia atau World Peace Gong juga jadi pelengkap wisata sejarah modern Blitar. Monumen ini membawa pesan kuat tentang toleransi dan persatuan antarumat manusia di seluruh dunia.

Menjelajahi wisata sejarah Blitar sebaiknya dilakukan sejak pagi hari agar bisa mengunjungi beberapa lokasi sekaligus dalam satu hari. Kombinasi kendaraan pribadi dan pemandu lokal juga bisa mempermudah perjalanan mengenal setiap situs secara mendalam.

Dengan kekayaan sejarah yang begitu melimpah, tak berlebihan jika Blitar disebut sebagai salah satu kota dengan konsentrasi situs bersejarah terpadat di Jawa Timur, layak jadi destinasi wisata edukasi bagi keluarga maupun pelajar.

Museum PETA Blitar, jejak perjuangan tentara pembela tanah air

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

Stasiun Blitar, saksi sejarah transportasi sejak 1884

Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.

Musim kemarau umumnya jadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena akses jalan lebih kering dan pemandangan lebih jernih tanpa gangguan kabut maupun hujan deras.

Selalu jaga kebersihan selama berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian destinasi wisata lokal Blitar.

Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang menyimpan banyak kenangan

Berbagi pengalaman lewat media sosial juga bisa membantu mempromosikan potensi wisata lokal, sekaligus memberi informasi terkini bagi calon pengunjung lain yang berencana datang.

Menyempatkan diri berbincang dengan warga atau pengelola setempat juga bisa jadi cara menarik menggali cerita dan informasi yang tidak tertulis di internet.

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

Gunung Kelud, gunung berapi ikonik yang berbatasan dengan Blitar

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×