Artikel

Telaga di Blitar dengan air jernih yang bikin betah berlama-lama

telaga di blitar
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Selain candi dan pantai, Blitar juga punya sejumlah telaga alami dengan air jernih yang sayang dilewatkan. Suasananya yang tenang dan sejuk cocok untuk healing maupun sekadar berfoto ria bersama keluarga.

Telaga Rambut Monte jadi yang paling terkenal di antara telaga lainnya. Terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Blitar, telaga ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Daya tarik utama telaga ini adalah warna airnya yang jernih dan berwarna biru kehijauan. Telaga Rambut Monte dikelilingi pepohonan rindang, sehingga udara di sekitarnya terasa sejuk dan segar sepanjang hari.

Camping ground Blitar buat kamu yang suka petualangan alam

Saking jernihnya air telaga, pengunjung bisa melihat ikan-ikan langka yang dikeramatkan warga sekitar berenang bebas di dalamnya. Fenomena ini menambah nuansa mistis sekaligus keunikan tersendiri bagi Telaga Rambut Monte.

Di kawasan yang sama, pengunjung juga bisa menemukan Candi Rambut Monte yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dari abad ke-13. Kombinasi telaga dan candi ini menjadikan lokasi tersebut destinasi wisata alam sekaligus sejarah dalam satu tempat.

Untuk menikmati keindahan Telaga Rambut Monte, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Biaya parkir kendaraan sekitar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, tergolong sangat terjangkau.

Tempat healing Blitar buat kamu yang capek sama rutinitas

Selain untuk healing, kawasan telaga ini juga sering dimanfaatkan untuk aktivitas piknik, foto-foto, hingga bersantai di hammock sambil menikmati suasana rindang pepohonan sekitar. Cocok untuk kegiatan bersama keluarga maupun rombongan teman.

Ada pula Telaga Blumbanggede di Gandusari yang menawarkan suasana lebih tenang dan belum terlalu ramai. Cocok bagi wisatawan yang mencari alternatif wisata alam tanpa keramaian berlebih.

Sebagian pengunjung juga memanfaatkan momen di telaga untuk kegiatan meditasi ringan, mengingat suasana yang hening dan jauh dari kebisingan kota. Beberapa titik di kawasan Rambut Monte bahkan disebut cocok untuk tempat suci bermeditasi.

Jalur pendakian Gunung Kelud via Blitar, ini dua opsinya

Bagi yang datang bersama anak-anak, area sekitar telaga umumnya cukup aman selama tetap dalam pengawasan orang tua. Meski begitu, disarankan tetap berhati-hati mengingat kedalaman air di beberapa titik cukup bervariasi.

Waktu terbaik berkunjung ke telaga-telaga di Blitar adalah pagi hari, saat kabut tipis masih menyelimuti dan cahaya matahari pagi memantul indah di permukaan air jernih. Momen ini sering diburu fotografer untuk hasil jepretan terbaik.

Dengan keindahan alam yang autentik, telaga-telaga di Blitar layak masuk daftar kunjungan bagi siapa saja yang mencari ketenangan sekaligus keindahan alam yang jarang ditemukan di destinasi wisata mainstream lainnya.

Rekomendasi wisata alam di Blitar, dari gunung sampai pantai

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

Baru sebatas wisata religi, warga Lereng Kawi harap pemerintah garap potensi wisata alam yang terbengkalai

Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.

Musim kemarau umumnya jadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena akses jalan lebih kering dan pemandangan lebih jernih tanpa gangguan kabut maupun hujan deras.

Selalu jaga kebersihan selama berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian destinasi wisata lokal Blitar.

Puncak Langit Kalimanis, spot tersembunyi di Doko Blitar dengan pemandangan Gunung Kawi dan Buthak

Berbagi pengalaman lewat media sosial juga bisa membantu mempromosikan potensi wisata lokal, sekaligus memberi informasi terkini bagi calon pengunjung lain yang berencana datang.

Menyempatkan diri berbincang dengan warga atau pengelola setempat juga bisa jadi cara menarik menggali cerita dan informasi yang tidak tertulis di internet.

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

7 air terjun tersembunyi di Blitar yang cocok untuk pencinta petualangan

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

Wisata Blitar selain makam Bung Karno, ini rekomendasinya
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×