Blitar – Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kediri, Blitar, dan Malang menjadi salah satu gunung berapi aktif favorit pendaki di Jawa Timur. Bagi yang ingin mendaki dari sisi Blitar, tersedia dua jalur resmi dengan karakter medan yang cukup berbeda.
Jalur Tulungrejo, Lebih Populer dan Menantang
Jalur via Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, menjadi jalur resmi paling populer dan dikelola langsung oleh Perhutani Blitar. Pos check point-nya terletak di bawah kawasan wisata Hutan Pinus Loji, tempat pendaki wajib melakukan registrasi sebelum memulai perjalanan. Jalur ini melewati enam pos, dimulai dari Gapura Rimba, Srenggono Bule, Rewondho Geni, Camp Turonggo Pethak, Camp Lembu Suro, hingga akhirnya sampai di puncak. Waktu tempuh normal berkisar 4-6 jam, dengan biaya pendakian sekitar Rp15.000 per orang.
Perlu diperhatikan, jalur Tulungrejo tidak memiliki sumber mata air di sepanjang perjalanan, sehingga setiap pendaki wajib membawa persediaan air minum yang cukup sejak awal pendakian.
Jalur Karangrejo, Cocok untuk Pemula
Alternatif kedua adalah jalur via Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, yang dikenal lebih ramah bagi pendaki pemula karena medannya cenderung lebih landai. Jalur ini bahkan memungkinkan pendakian tektok, yakni berangkat pagi dan kembali di hari yang sama tanpa perlu bermalam, dengan total waktu tempuh sekitar 3-6 jam tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki.
Salah satu daya tarik jalur Karangrejo adalah keberadaan Sumber Mata Air Dewi Kilisuci di kawasan Camp Area Pusparam, menjadikannya titik istirahat favorit sebelum melanjutkan pendakian ke puncak.
Waspada Pacet Saat Musim Hujan
Bagi yang mendaki musim hujan, baik lewat Tulungrejo maupun Karangrejo, penting mewaspadai keberadaan pacet dan lintah yang cukup banyak ditemukan di sepanjang jalur hutan menanjak. Membawa perlengkapan standar pendakian seperti jaket, sleeping bag, dan jas hujan menjadi keharusan mengingat cuaca pegunungan yang bisa berubah cepat sewaktu-waktu.
Panorama Usai Letusan 2014
Meski sempat mengalami kerusakan infrastruktur wisata akibat letusan besar pada Februari 2014, Gunung Kelud tidak kehilangan daya tariknya. Panorama unik bekas letusan justru menjadi nilai tambah tersendiri bagi pendaki yang penasaran melihat langsung bentang alam vulkanik yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Persiapan Penting Sebelum Mendaki
Bagi pendaki pemula, disarankan mengecek kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum berangkat, mengingat kabut tebal kerap turun tiba-tiba di kawasan pegunungan ini. Membawa perbekalan makanan dan obat-obatan pribadi juga penting, mengingat minimnya fasilitas kesehatan di sepanjang jalur pendakian, baik via Tulungrejo maupun Karangrejo.
Nikmati Sunrise dari Puncak
Bagi pendaki yang memilih bermalam, momen matahari terbit dari kawasan puncak Gunung Kelud menjadi salah satu daya tarik utama yang sayang dilewatkan. Hamparan awan di bawah kaki gunung berpadu dengan siluet Gunung Kawi dan pegunungan sekitarnya menciptakan pemandangan yang menjadi buruan utama para fotografer maupun pendaki yang gemar mengabadikan momen alam.

