Blitar – Selain Es Drop dan Lapis Kukus, Peyek Uceng menjadi salah satu camilan khas Blitar yang tak kalah digemari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang mencari oleh-oleh unik untuk dibawa pulang. Rasanya yang gurih dan renyah membuat camilan ini selalu laris di berbagai toko oleh-oleh sekitar Blitar.
Terbuat dari Ikan Uceng Kecil
Sesuai namanya, peyek ini terbuat dari ikan uceng, sejenis ikan air tawar berukuran kecil yang biasa ditemukan di sungai maupun kolam sekitar Blitar. Ikan-ikan kecil ini dicampur dengan adonan tepung beras berbumbu, kemudian digoreng hingga renyah membentuk lembaran peyek tipis dengan tekstur ikan yang tetap terasa gurih di setiap gigitannya.
Proses Pembuatan yang Masih Tradisional
Sebagian besar produsen peyek uceng di Blitar masih mempertahankan cara pembuatan tradisional, mulai dari mencampur adonan tepung dengan bumbu rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan kemiri, hingga proses penggorengan yang dilakukan secara manual menggunakan wajan besar. Metode tradisional ini dipercaya menghasilkan rasa dan tekstur yang lebih autentik dibanding produksi menggunakan mesin skala besar.
Camilan yang Cocok untuk Berbagai Momen
Peyek uceng tidak hanya populer sebagai oleh-oleh, tetapi juga kerap menjadi camilan pelengkap saat menyantap nasi pecel, nasi ampok, atau hidangan berkuah khas Jawa Timur lainnya. Teksturnya yang renyah dan rasa gurih dari ikan kecil di dalamnya membuat peyek ini juga cocok dinikmati sebagai camilan santai saat berkumpul bersama keluarga maupun tamu yang berkunjung ke rumah.
Mudah Ditemukan di Toko Oleh-oleh
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Blitar, peyek uceng bisa dengan mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh sekitar kawasan Makam Bung Karno maupun pusat kota. Kemasannya yang praktis dan daya tahan yang cukup lama menjadikannya pilihan oleh-oleh favorit yang tidak merepotkan saat dibawa bepergian jauh, sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Blitar kepada keluarga maupun kerabat di kampung halaman masing-masing.
Dengan cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain, Peyek Uceng menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner lokal Blitar yang layak terus dilestarikan sekaligus dipromosikan sebagai identitas kuliner khas daerah.
Peluang UMKM yang Terus Berkembang
Produksi peyek uceng juga menjadi salah satu penopang ekonomi UMKM rumahan di Blitar, mengingat proses pembuatannya yang relatif sederhana namun tetap membutuhkan ketelitian. Semakin populernya camilan ini di kalangan wisatawan turut mendorong sejumlah pelaku usaha kecil untuk terus berinovasi, baik dari sisi kemasan maupun varian rasa, agar peyek uceng tetap kompetitif di tengah beragamnya pilihan oleh-oleh khas daerah lain yang juga bermunculan di pasaran.
Bisa Jadi Ide Camilan Pendamping Kopi
Bagi pencinta kopi, peyek uceng juga cocok dijadikan camilan pendamping saat menikmati secangkir kopi khas Blitar. Perpaduan rasa gurih dari peyek dengan pahitnya kopi menciptakan kombinasi rasa yang pas untuk menemani obrolan santai bersama keluarga maupun teman di sore hari.

