Artikel Pop Culture
Beranda » Grebeg Pancasila, tradisi budaya khas Kota Blitar tiap Juni

Grebeg Pancasila, tradisi budaya khas Kota Blitar tiap Juni

Ilustrasi tradisi grebeg pancasila di Blitar (gemini AI)

Blitar – Setiap 1 Juni, Kota Blitar rutin menggelar tradisi budaya bertajuk Grebeg Pancasila sebagai bentuk peringatan Hari Lahir Pancasila. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2000, menjadikannya salah satu agenda budaya tahunan yang cukup dinanti warga Blitar maupun wisatawan dari luar kota.

Berawal dari Tiga Ritual Sederhana

Pada awal penyelenggaraannya, Grebeg Pancasila hanya terdiri dari tiga rangkaian ritual, yakni upacara budaya, Gunungan Lima, dan kenduri Pancasila. Seiring waktu, tepatnya pada 2004, rangkaian acara ini mengalami penyempurnaan dengan menambah jumlah ritual menjadi lima, menyesuaikan filosofi lima sila dalam Pancasila itu sendiri.

Lima Rangkaian Ritual Sarat Makna

Kelima ritual yang kini menjadi bagian dari Grebeg Pancasila meliputi Bedhol Pusaka, Malam Tirakatan, Upacara Budaya, Kirab Gunungan Lima, dan Kenduri Pancasila. Setiap ritual memiliki makna filosofis tersendiri, mencerminkan penghormatan terhadap sejarah lahirnya dasar negara sekaligus keterkaitannya dengan Kota Blitar sebagai kota kelahiran Bung Karno, sang penggali Pancasila.

Mengenal batik khas Blitar dan makna motif-motifnya

Gunungan Lima sebagai Puncak Acara

Kirab Gunungan Lima menjadi salah satu momen paling dinanti dalam rangkaian Grebeg Pancasila. Lima gunungan berisi hasil bumi diarak keliling kota sebelum akhirnya diperebutkan warga sebagai simbol berkah dan kemakmuran. Tradisi rebutan gunungan semacam ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat warga percaya hasil bumi yang didapat dari gunungan membawa keberkahan tersendiri bagi yang memperolehnya.

Momentum Refleksi Nilai Kebangsaan

Selain sebagai perayaan budaya, Grebeg Pancasila juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk kembali menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Momen ini kerap dimanfaatkan pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, mengingat lokasi penyelenggaraan yang dekat dengan kompleks Makam Bung Karno menambah kekuatan simbolis acara ini.

Dengan konsistensi penyelenggaraan selama lebih dari dua dekade, Grebeg Pancasila telah menjadi identitas budaya khas Kota Blitar yang memperkuat posisinya sebagai kota yang erat kaitannya dengan sejarah lahirnya dasar negara Indonesia.

Lestarikan tradisi leluhur, warga kompak gelar Baritan di perempatan jalan setiap satu Suro

Daya Tarik Wisata Budaya

Selain nilai historisnya, Grebeg Pancasila juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah setiap tahunnya. Rangkaian acara yang dikemas meriah dengan sentuhan tradisi Jawa membuat wisatawan dapat menikmati pengalaman budaya autentik, sekaligus belajar sejarah lahirnya Pancasila langsung dari kota yang memiliki keterkaitan erat dengan sosok penggali dasar negara itu sendiri.

Melibatkan Partisipasi Luas Masyarakat

Penyelenggaraan Grebeg Pancasila melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas seni budaya, hingga aparatur pemerintah daerah yang turut ambil bagian dalam prosesi kirab maupun upacara budaya. Kolaborasi lintas elemen ini menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni pemerintah, melainkan juga milik bersama seluruh warga Kota Blitar.

Meme dan humor lokal Blitar: kenapa orang Blitar suka guyon?
×