Artikel Berita
Beranda » Harlah Ke-66, PMII Rayon Ekonomi Unisba Blitar gelar tasyakuran & sekolah mentoring kaderisasi II

Harlah Ke-66, PMII Rayon Ekonomi Unisba Blitar gelar tasyakuran & sekolah mentoring kaderisasi II

Blitar – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII dimaknai secara progresif oleh Pengurus Rayon (PR) PMII Ekonomi Komisariat Madjapahit Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dengan menggelar Tasyakuran sekaligus Sekolah Mentoring Kaderisasi II.

Kegiatan ini merupakan ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat arah gerak kaderisasi di lingkungan kampus umum.

Mengusung tema “Membangun karakter kepemimpinan kader yang berlandaskan ideologi PMII, keislaman, dan semangat pergerakan,” acara digelar pada Rabu, 22 April 2026 di Sekretariat PMII Unisba, Jl. Suryat, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sanwetan, Kota Blitar.

PMII Pusat STITMA Blitar cetak kader next level lewat pelatihan public speaking, siapkan generasi pergerakan modern berbasis pesantren

Ketua Pengurus Rayon (PR) PMII Ekonomi Unisba, M. Risko Saputra, menegaskan bahwa harlah bukan hanya perayaan historis, tetapi momentum refleksi ideologis bagi setiap kader.

Ia menekankan bahwa Sekolah Mentoring Kaderisasi ke-II ini dirancang sebagai langkah konkret membangun strategi kolektif dalam memperluas basis kader.

“Setidaknya dengan hadirnya pengurus cabang sebagai narasumber, ini menjadi energi baru untuk menggaransi kaderisasi yang lebih masif dan terukur di Unisba,” ujarnya.

PMII dalam forum kepemudaan: Peran PMII dalam pergulatan dengan KNPI

Sementara itu, Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Madjapahit, Alfian Bagas Armadani, memberikan apresiasi atas inisiatif rayon ekonomi yang dinilai progresif. Ia juga menantang rayon-rayon lain untuk menghadirkan terobosan serupa.

Menurutnya, karakter Komisariat Madjapahit yang berada di kampus umum menuntut strategi gerakan yang lebih adaptif dan inovatif dibandingkan komisariat di kampus berbasis keagamaan.

“Unisba sebagai kampus umum memiliki kompleksitas tersendiri. Dibutuhkan lompatan strategi agar hiroh gerakan tetap hidup dan relevan,” tegasnya.

Menelisik sejarah gagasan perubahan nama PMII menjadi PMRI pada kongres IX Surabaya 1988

Dalam sesi mentoring, Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, yang menjadi narasumber utama, mengupas materi “Strategi Rekrutmen Kader Progresif dan Terukur.” Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam kaderisasi.

“Mapping kader dan analisis SWOT terhadap segmentasi calon anggota adalah prasyarat utama. Tanpa itu, rekrutmen hanya akan berjalan sporadis tanpa arah,” jelasnya.

Senada, Wakil Ketua I Bidang Internal & Kaderisasi PC PMII Blitar, Bayu Sutiyoso, menyoroti aspek retensi kader yang kerap menjadi titik lemah.

KOPRI PC PMII Blitar bekali kader bangun narasi perempuan lewat “Women’s Narrative School”

Dalam materinya “Retensi dan Militansi Kader,” ia mendorong agar struktur komisariat dan rayon mampu merancang kegiatan yang tidak hanya ideologis, tetapi juga kontekstual dan kultural.

“Kader tidak cukup hanya direkrut, tetapi harus dijaga militansinya. Kombinasi antara pendekatan ideologis, praktis, dan kultural adalah kunci membangun loyalitas yang berkelanjutan,” paparnya.

Aktifnya forum cukup mendapat antusias dari partisipan. Salah satunya menilai bahwa berbagai solusi teoritik yang disampaikan sering kali berhenti di ruang diskusi tanpa implementasi nyata.

Sinkronkan program kerja, KOPRI PC PMII Blitar gelar konsolidasi berkala bersama pengurus KOPRI komisariat dan rayon

“Problem utamanya bukan pada konsep, tetapi konsistensi di lapangan. Pendampingan kader di Komisariat Madjapahit masih sering tersendat karena kompleksitas kampus umum yang menuntut energi lebih besar. Kalau ini tidak dijawab dengan sistem yang kuat, kaderisasi hanya akan stagnan,” ungkapnya.

Kritik tersebut menjadi refleksi penting bahwa tantangan kaderisasi di kampus umum bukan sekadar kuantitas, melainkan kesinambungan proses dan kualitas pendampingan.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PMII. Prosesi dilakukan oleh Ketua PR Ekonomi Unisba dan diserahkan kepada Ketua PC PMII Blitar serta Ketua PK Madjapahit sebagai bentuk estafet perjuangan kaderisasi.

KOPRI PC PMII Blitar gelar KOPRI TALK, bahas feminisme dan kepemimpinan perempuan dalam gerakan

Berita Terkait

×