Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan skema bantuan bagi warga Nusa Tenggara Timur yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi M7,7. Bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.
Dua Skema Bantuan Berbeda
Plt Kepala Pusdatin BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bantuan rumah rusak ringan dan sedang menggunakan skema dana stimulan langsung. Sementara rumah dengan kategori rusak berat akan dibangun kembali menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Rincian Nominal Bantuan
Untuk rumah rusak sedang, warga akan mendapat bantuan sebesar Rp30 juta, sementara rusak ringan mendapat Rp15 juta. Nominal ini disampaikan Berton dalam jumpa pers daring, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Rumah Rusak Berat Dibangun Ulang
Berbeda dari kategori rusak ringan dan sedang, rumah yang mengalami kerusakan berat tidak mendapat dana stimulan langsung. Pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut sesuai anggaran dan ketentuan yang berlaku.
Ratusan Rumah Rusak Sejak Awal Gempa
Data awal BNPB mencatat rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit hanya dalam hari pertama gempa. Angka ini terus diperbarui seiring proses pendataan yang masih berlangsung di lapangan.
Dampak Juga Kena Fasilitas Umum
Selain rumah warga, kerusakan turut terjadi pada fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan di berbagai kabupaten terdampak. Kementerian PU dikerahkan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dasar di wilayah gempa.
Pemerintah berharap skema bantuan bertahap ini mampu mempercepat pemulihan hunian warga terdampak sekaligus memberi kepastian dukungan finansial bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal layak. Sinergi lintas kementerian, lembaga, dan masyarakat sipil tetap menjadi kunci penting mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak.
Sinergi lintas kementerian, lembaga, dan masyarakat sipil tetap menjadi kunci penting mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak. Sinergi lintas kementerian, lembaga, dan masyarakat sipil tetap menjadi kunci penting mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak.
Publik berharap penanganan yang cepat dan tepat sasaran ini dapat terus konsisten dijalankan hingga situasi benar-benar pulih sepenuhnya. Publik berharap penanganan yang cepat dan tepat sasaran ini dapat terus konsisten dijalankan hingga situasi benar-benar pulih sepenuhnya.
Data resmi dari instansi terkait terus diperbarui secara berkala untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi paling akurat mengenai perkembangan penanganan di lapangan. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi situasi darurat semacam ini secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Situasi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja di berbagai wilayah Indonesia. Media massa terus memantau perkembangan situasi guna memastikan masyarakat memperoleh informasi terkini secara cepat dan akurat.

