Blitar – Selain dikenal sebagai Bumi Bung Karno, Blitar juga menyandang julukan Kota Koi karena menjadi salah satu daerah penghasil ikan koi terbesar di Indonesia. Meski ikan koi berasal dari Jepang, budidaya ikan hias ini justru berkembang pesat di Blitar sejak tahun 1980-an.
Faktor alam dan iklim di Blitar yang mendukung membuat kualitas ikan koi hasil budidaya lokal semakin diakui. Semakin banyak masyarakat yang beralih menjadikan budidaya koi sebagai mata pencaharian utama seiring meningkatnya permintaan pasar.
Beragam jenis dan permintaan mancanegara
Berbagai jenis ikan koi dibudidayakan di Blitar, mulai dari Kohaku, Shusui, Asagi, Sanke, hingga Tancho, dengan variasi ukuran dari anakan hingga jumbo. Kualitas perawatan yang baik membuat ikan koi asal Blitar diminati kolektor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sejumlah patung ikan koi turut dibangun di berbagai titik kota sebagai penggambaran ikon Blitar, menegaskan betapa eratnya identitas Kota Koi melekat pada daerah ini di samping sejarahnya sebagai tempat peristirahatan Bung Karno.
Fakta unik
Fakta menarik, hasil penjualan ikan koi di Blitar bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per transaksi untuk koi kualitas kontes, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang ekonomi kreatif masyarakat Blitar.

