Artikel

Tujuh julukan Kota Blitar, dari Bumi Bung Karno hingga Kota Koi

Tujuh julukan Kota Blitar, dari Bumi Bung Karno hingga Kota Koi
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Kota Blitar dikenal dengan banyak julukan yang mencerminkan sejarah dan identitasnya. Julukan paling melekat adalah Bumi Bung Karno dan Kota Proklamator, merujuk pada Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI.

Selain itu, ada pula julukan Kota Patria yang mengacu pada peristiwa pemberontakan tentara PETA melawan pasukan Jepang pada 14 Februari 1945 yang dipimpin Shodanco Supriyadi, menjadikan Blitar sebagai salah satu titik penting sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bumi Penataran hingga Kota Koi

Julukan Bumi Penataran merujuk pada Candi Penataran di Kecamatan Nglegok yang diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi, menjadi bukti Blitar pernah menjadi pusat peradaban Hindu-Buddha yang besar.

Fakta sinkhole misterius di Sungai Kaliasat Blitar yang sedot air hingga kering

Julukan yang tak kalah unik adalah Kota Koi, karena Blitar dikenal sebagai daerah penghasil ikan koi terbesar di Indonesia sejak era 1980-an. Budidaya ikan hias asal Jepang ini berkembang pesat dan menjadi sumber ekonomi penting bagi masyarakat setempat.

Fakta unik

Fakta menarik, konon bibit ikan koi pertama kali dibawa ke Blitar oleh Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, istri Bung Karno yang berasal dari Jepang, sehingga ada kaitan sejarah antara julukan Kota Koi dengan Bumi Bung Karno itu sendiri.

Asal usul nama Blitar, dari pengusiran pasukan Tartar hingga jadi Bali Tartar
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×