Blitar – Industri kreatif berbasis komoditas perkebunan lokal di Kabupaten Blitar terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Unit usaha kuliner dan pengolahan kopi, Kopi Joz Jis, secara resmi diluncurkan melalui perhelatan grand launching yang dipusatkan di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Minggu (9/8/2026).
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh pendakwah muda Gus Iqdam, Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Blitar yang sekaligus menjabat Komisaris Kopi Joz Jis Beky Herdihansah, jajaran jajaran jajaran Forkopimda, para kepala perangkat daerah, serta jajaran pengurus Muspika Wonodadi.
Bupati Blitar, Rijanto, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian manajemen Kopi Joz Jis dalam menggarap potensi komoditas kopi lokal. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blitar, kawasan sentra kopi seperti Kecamatan Gandusari, Garum, Selopuro, Doko, dan Wlingi mencatatkan luas panen mencapai 2.399 hektar dengan total produksi mencapai 1.886 ton green bean (biji kopi beras).
Rijanto menilai, hadirnya brand Kopi Joz Jis menjadi penguat rantai pasok (supply chain) agar komoditas kopi daerah tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan memiliki nilai tambah (added value) melalui proses branding dan penyajian modern.
“Saat ini kopi telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Kedai kopi bukan sekadar tempat minum, melainkan ruang berdiskusi, bekerja, dan membangun jejaring bisnis. Kami berharap Kopi Joz Jis dapat menjadi motor penggerak ekosistem kopi di Kabupaten Blitar yang menyerap banyak tenaga kerja dan melahirkan barista-barista muda berbakat,” urai Bupati Rijanto dalam sambutannya.
Sementara itu, Komisaris Kopi Joz Jis, Beky Herdihansah, menegaskan bahwa pendirian Kopi Joz Jis berorientasi pada misi sosial-ekonomi untuk memberdayakan para petani kopi lokal serta pelaku UMKM di Kabupaten Blitar.
Melalui kemitraan terpadu dari hilir ke hulu, usaha ini ditargetkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda daerah sekaligus mengangkat citra rasa kopi khas Blitar ke tingkat regional hingga nasional.
“Melalui Kopi Joz Jis, kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya unggul secara kualitas cita rasa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Kami memohon doa dan dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, serta seluruh warga agar ikhtiar ini membawa keberkahan dan kemandirian ekonomi,” ujar H. Beky.
Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu mewujudkan visi Kabupaten Blitar yang berdaya, berjaya, serta sejahtera melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dan manusia lokal.

