Salah satu ikon paling dikenal dari Kota Blitar adalah kompleks Makam Bung Karno, tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, kompleks ini menjadi destinasi ziarah sekaligus wisata edukasi yang tak pernah sepi pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia.
Diresmikan Presiden Soeharto pada 1979
Makam Bung Karno diresmikan secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 21 Juni 1979, sembilan tahun setelah Bung Karno wafat pada 1970. Sejak saat itu, kompleks makam ini terus berkembang menjadi kawasan wisata sejarah dan religi terpadu, lengkap dengan arsitektur khas Jawa yang dikelilingi taman asri dan berbagai patung yang menggambarkan perjuangan sang proklamator.
Setiap bulan Juni, kawasan ini berubah menjadi pusat kegiatan nasional bertajuk “Bulan Bung Karno”, yang meliputi tiga momen penting: peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan Haul Bung Karno pada 21 Juni. Ribuan peziarah dari berbagai daerah datang untuk mengenang jasa dan pemikiran sang proklamator.
Menyimpan Ribuan Koleksi Bersejarah
Di area kompleks makam, terdapat pula Museum Bung Karno yang menyimpan sekitar 2.200 koleksi benda bersejarah, mulai dari koper asli, pakaian yang pernah dikenakan, hingga uang seri tahun 1964 bergambar dirinya. Berbagai foto perjalanan hidup Bung Karno sejak kecil hingga menjadi presiden juga dipamerkan lengkap di museum ini.
Tak jauh dari museum, berdiri UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang diresmikan pada 3 Juli 2004 oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang juga merupakan putri Bung Karno. Perpustakaan ini berada di bawah naungan Perpustakaan Nasional RI dan menyimpan lebih dari 6.000 eksemplar buku dengan ribuan judul terkait kehidupan dan pemikiran Bung Karno, lengkap dengan memorabilia dan arsip pandang-dengar.
Lebih dari Sekadar Tempat Ziarah
Selain berziarah, pengunjung juga bisa menengok Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang berlokasi tak jauh dari kompleks makam, serta berbelanja aneka oleh-oleh khas Blitar di kios-kios sekitar area wisata. Kehadiran Makam Bung Karno juga turut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar, mulai dari pedagang oleh-oleh hingga jasa transportasi lokal.
Bagi generasi muda Blitar, mengunjungi kompleks Makam Bung Karno bukan sekadar wisata biasa, melainkan juga kesempatan untuk lebih memahami sejarah perjuangan bangsa lewat koleksi otentik yang tersimpan rapi di museum dan perpustakaannya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kota kelahiran sekaligus tempat peristirahatan sang proklamator.
Ruang Kreatif untuk Generasi Muda
Sebagai upaya menjaga relevansi di tengah era digital, perpustakaan ini juga menghadirkan fasilitas ruang kreatif bernama Idea Space, yang memungkinkan pelajar dan mahasiswa mengembangkan proyek literasi maupun konten sejarah secara lebih interaktif. Program magang terbuka bagi generasi muda yang tertarik pada pengelolaan arsip sejarah turut disediakan, menjadikan kompleks ini bukan sekadar tempat ziarah, tetapi juga ruang belajar aktif bagi anak muda Blitar.
Dengan kombinasi antara nilai historis, edukasi, dan fasilitas modern, tidak mengherankan jika kompleks Makam Bung Karno terus menjadi salah satu ikon wisata paling membanggakan bagi warga Kota Blitar, sekaligus menjadi pengingat abadi akan jasa besar sang proklamator bagi kemerdekaan Indonesia.

