Artikel Pop Culture
Beranda » Candi Penataran Blitar, ternyata jadi yang terbesar di Jatim

Candi Penataran Blitar, ternyata jadi yang terbesar di Jatim

Candi Penataran di Blitar. (Foto: Pemkab Blitar)
Candi Penataran di Blitar. (Foto: Pemkab Blitar)

Tak banyak yang tahu, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur ternyata berlokasi di Kabupaten Blitar, tepatnya di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Candi Penataran, yang juga dikenal dengan nama asli Candi Palah, menempati lahan seluas 12.946 meter persegi di lereng barat daya Gunung Kelud, menjadikannya kompleks percandian terluas di seluruh Jawa Timur.

Dibangun Sejak Era Kerajaan Kediri

Candi Penataran mulai dibangun pada 1194 Masehi pada masa pemerintahan Raja Syrengga dari Kerajaan Kediri, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Palah yang ditemukan di area candi. Pembangunan candi ini kemudian berlanjut hingga masa Kerajaan Majapahit, menjadikan Candi Penataran sebagai saksi bisu peralihan kekuasaan dari Kediri, Singasari, hingga Majapahit. Fungsi utamanya sebagai candi gunung dipercaya untuk upacara pemujaan guna menetralisasi bahaya letusan Gunung Kelud yang kerap terjadi.

Nama Candi Penataran sendiri diambil dari nama desa tempatnya berada, sementara nama aslinya, Candi Palah, tercatat dalam Kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca yang mengisahkan kunjungan Raja Hayam Wuruk untuk melakukan pemujaan di tempat suci ini.

Fakta Sejarah, Blitar Jadi Saksi Pemberontakan PETA 1945

Ditemukan Kembali Era Kolonial

Kompleks candi ini sempat “tenggelam” dan baru ditemukan kembali pada 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia kala itu, bersama Dr. Horsfield. Penemuan ini kemudian dibukukan dalam karya Raffles berjudul “History of Java”, meski kompleks candi baru benar-benar dikenal luas sekitar tahun 1850, setelah sejumlah peneliti lain turut melakukan eksplorasi lebih lanjut.

Kompleks Candi Penataran terbagi menjadi tiga halaman utama, masing-masing dipisahkan gapura dan pagar tembok bata. Di bagian depan, pengunjung bisa menyaksikan dua arca Dwarapala yang dipercaya berfungsi sebagai penjaga pintu masuk, lengkap dengan relief-relief yang menggambarkan kisah Ramayana khas arsitektur Hindu.

Destinasi Wisata Sejarah yang Ramah di Kantong

Kini, Candi Penataran menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Blitar, dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau mulai dari Rp5.000. Lokasinya yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Blitar membuatnya mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Fakta menarik Makam Bung Karno, ikon sejarah Kota Blitar

Bagi warga Blitar maupun wisatawan yang penasaran dengan jejak kejayaan Kerajaan Kediri dan Majapahit, mengunjungi Candi Penataran bisa menjadi pilihan wisata edukasi yang menarik sekaligus murah meriah, apalagi kompleks candi ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Relief dan Arsitektur yang Kaya Makna

Selain arca Dwarapala di pintu masuk, kompleks Candi Penataran juga menampilkan berbagai relief bermakna filosofis, termasuk ukiran Kala yang melambangkan penjaga waktu dan arca Ganesha sebagai simbol dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu. Susunan bangunannya yang terdiri dari halaman depan, tengah, dan belakang mencerminkan konsep kosmologi Hindu yang membagi ruang menjadi tingkatan sakral berbeda.

Keunikan arsitektur dan kekayaan relief inilah yang membuat Candi Penataran tidak hanya menarik bagi wisatawan umum, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan pelajar yang ingin mendalami sejarah arsitektur candi Hindu di Nusantara, sekaligus memahami lebih jauh peran strategis Blitar dalam peta kebudayaan Jawa Timur di masa lampau.

Fakta Blitar, ternyata jadi gudang telur ayam terbesar di Indonesia

×